Kasus Narkoba Jepang Terus Bertambah Banyak, 40% Adalah Pemuda Usia 20 Tahunan

Jumlah total kasus narkoba keseluruhan adalah 13.862 kasus. Dari jumlah tersebut, yang paling banyak adalah stimulan sebanyak 9868 kasus, sedikit

Kasus Narkoba Jepang Terus Bertambah Banyak, 40% Adalah Pemuda Usia 20 Tahunan
Richard Susilo
Grafik pertumbuhan kasus ganja di Jepang meningkat drastik sejak 2014 hingga saat ini. Jumlah yang ditangkap 3762 orang per 31 Desember 2018. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kasus narkoba Jepang terus menerus bertambah banyak terutama yang terkait ganja dan jumlah pengguna narkoba di Jepang 40% malahan anak-anak muda usia sekitar 20 tahunan.

"Kasus-kasus terkait ganja selama tahun 2018 adalah 3.762 orang terkait kasus ganja (meningkat 770 dibandingkan tahun sebelumnya). Merupakan angka tertinggi yang pernah ada. Sedangkan jumlah kasus yang terdeteksi adalah 4.687 kasus, yang berarti 722 lebih banyak dari tahun sebelumnya," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu ini (11/12/2019).

Jumlah total kasus narkoba keseluruhan adalah 13.862 kasus. Dari jumlah tersebut, yang paling banyak adalah stimulan sebanyak 9868 kasus, sedikit menurun dari tahun sebelumnya.

Sedangkan yang terlibat kokain tercatat 197 orang, yang menyumbang persentase kecil, jumlah kasus yang terdeteksi telah meningkat tiga kali lipat selama lima tahun terakhir (tahun 2014 tercatat sebanyak 61 orang terlibat).

Khusus untuk deteksi ganja, sekitar 80% dicurigai memiliki. Kemudian status "pemindahan", "budidaya" dan "akuisisi".

Secara khusus, “budidaya” telah meningkat saat ini. Pada tahun 2014, tercatat 116 orang. Lalu tahun 2015 tercatat 107 orang, tahun 2016 sebanyak 116 orang dan tahun 2017 meningkat menjadi 138 orang terlibat budidaya ganja.

Di dalamnya ada warga Indonesia yang saat ini masih terus dimonitor pihak kepolisian Jepang diduga kuat melakukan budidaya ganja di pegunungan di Jepang saat musim panas tiba.

Tujuan budidaya ganja untuk "tujuan keuntungan" dan penangkapan pelaku terus meninggat dalam tahun terakhi rini.

Berdasarkan kelompok umur, jumlah tertinggi orang berusia 20-an mereka menyumbang 42,5%, dengan 1521 melampaui 347 dibandingkan tahun sebelumnya. Di bawah usia 20 tahun, ada 429 orang, meningkat 132 orang.

Info dari jaksa penuntut, anggota geng terlibat adalah 762 orang, atau 21,3% dari total keterlibatan kasus narkoba.

Jumlah insiden ganja per 100.000 orang meningkat menjadi 3,5 dari 3.0 pada tahun sebelumnya.

Di antara mereka, yang berusia 20-an meningkat sekitar 30% dan yang di bawah usia 20 tahun meningkat 50%, peningkatan yang cukup besar saat ini di kalangan anak muda Jepang.

Para penggemar Jepang dapat berdiskusi di WAG Pecinta Jepang gratis dengan mengirimkan nama lengkap dan nomor whatsapp ke email: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved