Sudah lama jadi "kota hantu", warga sekitar Chernobyl memajang pohon Natal
Warga yang pernah tinggal dekat kota Pripyat, Ukraina, datang ke sebuah bekas alun-alun untuk meletakkan dan menghias pohon Natal. Ini adalah

Warga yang pernah tinggal dekat kota Pripyat, Ukraina, datang ke sebuah bekas alun-alun untuk meletakkan dan menghias pohon Natal. Ini adalah kali pertama sebuah pohon Natal dipajang di lokasi yang terpapar bencana Chernobyl tahun 1986, lapor saluran televisi Ukraina, ZIK.
Kota Pripyat yang berjarak sekitar 3 kilometer dari bekas pembangkit listrik Chernobyl pernah dihuni lebih dari 47.000 penduduk. Namun ditinggalkan karena terpapar radiasi dan berubah menjadi "kota hantu."
Warga yang pernah menjadi penghuni datang untuk menghias pohon Natal ke kota yang sudah lama mereka tinggalkan. Lalu mereka berfoto di depan pohon Natal bersama keluarga, sebagai bagian dari kampanye yang diselenggarakan oleh Association of Chernobyl Tour Operators.
- Kesaksian penyintas tragedi Chernobyl: 'Saya melihat sendiri kehancurannya'
- Bencana Chernobyl : Mengapa tumbuhan kebal terhadap radiasi nuklir?
- Bencana nuklir Fukushima: Eksekutif perusahaan dinyatakan tidak bersalah dalam bencana terparah setelah Chernobyl
Beberapa warga mengatakan kepada Suspilne Media bahwa mereka juga membawa pernak pernik berupa jam weker sebagai "simbol berjalannya waktu dan fakta bahwa seiring waktu, kota itu tidak mati namun dihidupkan kembali".
Kateryna Aslamova dari perusahaan Chernobyl Tour mengatakan itu adalah pertama kalinya beberapa warga kembali ke Pripyat sejak mereka diungsikan setelah kecelakaan nuklir terburuk di dunia.

"Kota ini harus hidup, dan agar ini terjadi harus diselamatkan," katanya.
Perusahaannya ingin melihat kota Pripyat dan beberapa zona di sekitar pembangkit menjadi situs Warisan Dunia Unesco.
"Kehidupan akan kembali lagi ke kota Pripyat," kata Yaroslav Yemelyanenko, pendiri Chernobyl Hub.