Iran Vs Amerika Memanas
Iran-AS Perang Narasi: Saling Bantah soal Penutupan Selat Hormuz dan Trump yang Hubungi Pejabat Iran
Iran dan Amerika Serikat saling membantah sejumlah klaim terkait perang yang sedang berlangsung, termasuk soal penutupan Selat Hormuz
Ringkasan Berita:
- Iran dan Amerika Serikat saling membantah sejumlah klaim terkait perang yang sedang berlangsung, termasuk soal penutupan Selat Hormuz dan komunikasi antara Donald Trump dengan pejabat Iran.
- Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz dan menyerang kapal yang melintas
- Sementara AS menyatakan jalur pelayaran tersebut tetap beroperasi normal tanpa ada kapal AS yang diserang
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap beberapa titik di Iran pada Kamis (11/6/2026) dini hari.
Iran membalas dengan menyerang target-target militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Perang Iran-AS yang berlarut-larut turut membawa dampak serius bagi Indonesia, terutama pada sektor energi, ekonomi, dan stabilitas fiskal.
Di samping serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Iran, kedua belah pihak juga melancarkan perang informasi atau information warfare.
Perang informasi atau perang narasi adalah penggunaan dan pengelolaan informasi serta teknologi komunikasi untuk mendapatkan keunggulan atas lawan, yang tujuannya adalah memanipulasi informasi agar lawan membuat keputusan yang merugikan dirinya sendiri atau agar publik atau pasukan sendiri tetap percaya pada informasi yang dikendalikan.
Tribunnews merangkum setidaknya 3 perang informasi yang diluncurkan Iran dan AS hanya dalam beberapa jam setelah serangan terbaru AS.
1. Penutupan Selat Hormuz
Setelah AS melancarkan serangannya pada Kamis (11/6/2026), Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup.
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman serta menjadi salah satu titik paling strategis di dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut.
Mengutip Guardian, komando militer gabungan tertinggi Iran mengatakan pihaknya menutup Selat Hormuz bagi seluruh pelayaran dan memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintasinya akan menjadi sasaran.
Perintah penutupan tersebut mencakup kapal tanker minyak maupun kapal komersial.
Sementara itu, AS mengatakan kapal-kapal komersial masih terus melintasi Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal-kapal komersial tetap keluar masuk Selat Hormuz.
Baca juga: AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Menhan Pete Hegseth: Kita Akan Bernegosiasi dengan Bom
2. Trump Klaim Bicara Langsung dengan Pejabat Iran
Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia berbicara langsung dengan sejumlah pejabat Iran yang memintanya menghentikan serangan terhadap Iran.
Namun, media pemerintah Iran dengan cepat membantah klaim tersebut dengan mengutip pejabat senior yang menegaskan tidak ada pejabat Iran yang berbicara dengan presiden AS.
Mengutip PressTV, dalam pernyataan pada Kamis pagi, kantor humas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut klaim Trump tersebut sebagai upaya untuk menghindari perang.