Tahun Baru 2020

Kagami Mochi, Terbesar di Dunia Seberat 700 Kg untuk Tahun Baru yang Lebih Baik Lagi di Jepang

Pendeta shinto menggunakan forklift membawa mochi kagami terbesar di dunia dengan berat sekitar 700 kg, Senin (30/12/2019).

Kagami Mochi, Terbesar di Dunia Seberat 700 Kg untuk Tahun Baru yang Lebih Baik Lagi di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Forklift di Kuil Yasuzumi Kamitakanezawa, Takanezawa, Shioya Perfektur Tochigi membawa kagamimochi raksasa, Senin (30/12/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pendeta shinto menggunakan forklift membawa mochi kagami terbesar di dunia dengan berat sekitar 700 kg, Senin (30/12/2019).

Dari Kuil Yasuzumi Kamitakanezawa, Takanezawa, Shioya Perfektur Tochigi setiap tahun, mochi kagami besar ini didedikasikan sebelum Tahun Baru dengan harapan panen pertanian yang lebih baik.

Tumpukan tiga tingkat kagami mochi setinggi 90 cm dan mochi paling bawah berdiameter 110 cm.

Kue beras (mochi) teratas dibawa oleh 12 gadis kuil dan dilengkapi dengan yuzu (sejenis jeruk tradisional Jepang) paling atasnya pada akhir musim pengujung tahun 2019 ini.

Forklift di Kuil Yasuzumi Kamitakanezawa, Takanezawa, Shioya Perfektur Tochigi membawa kagamimochi raksasa, Senin (30/12/2019).
Forklift di Kuil Yasuzumi Kamitakanezawa, Takanezawa, Shioya Perfektur Tochigi membawa kagamimochi raksasa, Senin (30/12/2019). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Kue beras cermin ini akan dibagikan kepada para jemaat pada tahun depan.

Kagami-mochi jumbo ini dibuat dengan bahan dasar 8 bal (kantong) beras ketan yang halus dari Takanezawa.

Beras ketan tersebut juga dipakai saat upacara Daijosai pergantian kaisar Jepang bulan November 2019 lalu.

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Buruk Hari Ini 31 Desember 2019, Potensi Angin Kencang Landa Indonesia

Baca: Doa Akhir dan Awal Tahun Baru 2020, Lengkap dengan Arti dan Dalilnya

Baca: Bacaan Doa Akhir Tahun 2019 dan Awal Tahun 2020, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahan

Acara tersebut dilakukan sejak tahun 1982.

"Tahun ini ada begitu banyak bencana, jadi kami berdoa untuk tahun yang tenang di tahun depan," harap Kiyokatsu Arai (69), seorang pendeta Shinto di wilauah itu.

Mochi akan dibagikan kepada para anggota masyarakat di Festival Setsubun pada tanggal 3 Februari 2020.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved