Breaking News:

25 Tahun Lalu Gempa Hanshin Jepang Menewaskan 6.434 Korban

Tepat 25 tahun lalu, gempa besar Hanshin Awaji terjadi di wilayah Kota Kobe dan sekitarnya, dengan korban 6.434 meninggal dunia.

Foto The Page
Masyarakat di Kobe berdoa untuk 6.434 arwah yang meninggal akibat gempa bumi Hanshin berkekuatan 6,8 Skala Richter. 

Laporan Koresponden ‪Tribunnews.com‬, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tepat 25 tahun lalu, 17 Januari 1995 jam 05:46:42 waktu Jepang gempa besar Hanshin Awaji terjadi di wilayah Kota Kobe dan sekitarnya, dengan korban 6.434 meninggal dunia.

"Kejadian 25 tahun lalu tak akan bisa dilupakan. Terlalu banyak keluarga kita yang meninggal dunia akibat menjadi korban gempa bumi tersebut," kata Akihara, seorang warga Kobe kepada Tribunnews.com, Jumat (17/1/2020).

Selain ribuan orang meninggal, 3 orang masih hilang dan belum ditemukan, 43.792 luka berat, sekitar 250.000 rumah hancur dan 390.000 rusak sebagian, serta kerugian ekonomi mencapai sekitar 9.600 miliar yen.

Pagi ini sekitar jam 5 waktu Jepang ribuan orang berkumpul di taman hiburan timur di Sannomiya, Kobe, tempat upacara peringatan diadakan.

Masyarakat di Kobe berdoa untuk 6.434 arwah yang meninggal akibat gempa bumi Hanshin berkekuatan 6,8 Skala Richter.
Masyarakat di Kobe berdoa untuk 6.434 arwah yang meninggal akibat gempa bumi Hanshin berkekuatan 6,8 Skala Richter. (Foto The Page)

Lilin bergoyang di lentera bambu dan sejenisnya digunakan untuk membentuk tulisan "Kizamu 1.17" atau Kehancuran 17 Januari.

Pada hari yang sama Jumat ini, doa requiem juga dilakukan di setiap perfektur di Jepang. Masa yang menyedihkan itu tak bisa dilupakan.

Tribunnews.com sendiri seminggu setelah bencana tersebut, tepatnya 24 Januaru 1995 mengunjungi Kobe dan sekitarnya menggunakan helikopter dan melihat sendiri masih ada asap mengepul di beberapa tempat.

Jembatan hancur, pelabuhan hancur, banyak rumah terbakar masih berasap.

Baca: Indonesia Masters 2020 Tak Bertuah Kepada Pemain Unggulan, 4 Wakil Jepang Angkat Koper Lebih Awal

Baca: Ketiga Pelaku Praktek Kedokteran Ilegal Datangkan Serum Sel Punca dari Jepang

Baca: Mulai Februari Anak-anak di Kagawa Jepang Tak Boleh Main Ponsel Mulai Jam 22.00

Suasana sangat menyedihkan sekali terlihat dari udara saat itu.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved