Virus Corona
Sejumlah Mahasiswa Indonesia di Wuhan Minta Segera Dievakuasi
Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan, Nur Musyafak, mengatakan sudah meminta kepada pihak KBRI di Beijing agar memulangkan mereka.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menyebut Menteri Retno Marsudi dan sejumlah pejabat lintas kementerian tengah membahas opsi kemungkinan mengevakuasi mahasiswa maupun WNI yang kini terisolir di kota Wuhan.
Untuk itu, Menteri Retno dan beberapa kementerian pada Minggu (26/01) sore menggelar video conference dengan KBRI di Beijing agar mendapat informasi yang valid tentang kondisi di sana.
"Kita ingin mendapat informasi langsung kira-kira saran apa yang mereka berikan seperti apa," ujar Teuku Faizasyah kepada BBC Indonesia, Minggu (26/01).
Menurut Teuku, untuk proses evakuasi tidak semudah yang dibayangkan lantaran pemerintah China masih menutup kota itu.
"Memang tidak sesederhana permasalahannya, kalau untuk evakuasi. Memang saat sekarang opsi-opsi itu sedang dibahas, tapi karena status wilayah itu masih ditutup."
Dari pantauan Kemenlu, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia berupaya mengevakuasi warga negara mereka dari Wuhan. Namun, sejauh ini belum ada satupun negara yang berhasil melakukannya.
Karena itulah, pemerintah belum menemukan cara evakuasi yang ideal.
"Jadi kita belum bisa melihat contoh proses pelaksanaan yang ideal seperti apa, apakah dievakuasi langsung di bawa pulang atau bagaimana. Itu kan hal-hal yang harus betul-betul disiapkan di lapangan," jelasnya.
Pemeriksaan ketat bagi pelancong asal China
Sampai Minggu (26/01), setidaknya 56 orang dilaporkan meninggal dunia karena virus corona dan menginveksi lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia.
Kementerian Luar Negeri pun meminta warga negara Indonesia yang hendak bepergian ke China agar memantau aplikasi travel advisory dan meningkatkan kehati-hatian.
Sementara di dalam negeri, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan mengawasi betul pelancong asal China.
Pemerintah, kata dia, telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di semua bandara udara agar memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang. Seluruh maskapai penerbangan dari China wajib mengecek para penumpangnya apakah sudah dipastikan lolos dari karantina kesehatan negara tersebut.
"Kalau karantina katakan boleh pergi, kita terima, kalau tak ya tidak boleh kita terima di Indonesia," ujar Achmad Yurianto kepada BBC lewat sambungan telepon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/beberapa-pasien-yang-terinfeksi-dirawat-di-rs-jinyintan-wuhan-scmpjun-mai.jpg)