Jumat, 29 Mei 2026

Virus Corona

PM China Telepon Presiden Uni Eropa Minta Bantu Penanganan Wabah Virus Corona

Perdana Menteri China Li Keqiang meminta bantuan Uni Eropa untuk membantu penanganan wabah virus Corona di negaranya.

Tayang:
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Dewi Agustina
(Warta Kota/Alex Suban)
Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Perdana Menteri China Li Keqiang meminta bantuan Uni Eropa untuk membantu penanganan wabah virus Corona di negaranya.

China meminta bantuan Uni Eropa untuk menyediakan perlengkapan medis.

Seperti dikutip dari CNN, Sabtu (1/2/2020), Li Keqiang menelepon Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen.

Dalam pembicaraan tersebut Li mengatakan keinginan untuk membeli perlengkapan medis dari negara-negara anggota Uni Eropa melalui jaringan komersial.

"Dan kami bersedia memperkuat pertukaran informasi, peraturan, dan teknis dan bekerjasama dengan komunitas internasional, termasuk Uni Eropa," ujar Li kepada von der Leyen dilansir oleh CNN.

Dalam sambungan telepon itu, Li Keqiang juga mengatakan kepada von der Leyen, pemerintah China selalu mengutamakan keamanan dan kesehatan warganya.

Li mengatakan pemerintah China saat ini berusaha mencegah dan mengendalikan wabah secara transparan dan sesuai aturan.

Baca: Kisah Evakuasi Warga Singapura dari Wuhan: Sehat Saat Terbang, Demam Menggigil Setiba di Bandara

Baca: BREAKING NEWS WNI dari China Tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Aktivitas Penerbangan Berjalan Normal

"Pekerjaan kami saat ini adalah membatasi penyebaran dan merawat pasien, serta menjamin tataran kehidupan masyarakat China dan orang asing di China," kata Li.

Menanggapi permintaan tersebut, Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa akan mengusahakan yang terbaik dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu China.

Jemput Warga Hubei

Pemerintah China menjemput warga negaranya yang berasal dari Provinsi Hubei di sejumlah negara.

Warga Hubei tersebut terdampar di luar negeri karena provinsi mereka diisolasi sejak pekan lalu akibat wabah virus Corona.

Pemerintah China mengirimkan pesawat sewaan ke Bangkok, Thailand dan Kota Kinabalu, Malaysia.

Jumlah warga Hubei yang dijemput pada jemputan pertama ini adalah 199 orang.

Baca: UPDATE Virus Corona: 27 Negara Terjangkit, 304 Meninggal, 14.548 Positif Terinfeksi, 332 Sembuh

Baca: Warga Tolak Karantina WNI di Natuna, Kemenkes: Jangan Berlebihan Anggap Virus Corona Mematikan

Mereka menggunakan dua pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan Xiamen Airlines.

Pesawat-pesawat tersebut berangkat ke Thailand dan Malaysia pada Jumat (31/1/2020) malam waktu setempat.

Pesawat kemudian tiba di Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan pada Sabtu (1/2/2020) malam secara bergantian.

Sebelum berangkat, 199 warga Hubei tersebut harus menjalani pemeriksaan. Suhu tubuh mereka diperiksa.

Jika ada warga yang deman, langsung dikarantina.

Gao Huilin, satu dari 199 penumpang tersebut, menuturkan dia sebelumnya bepergian ke Malaysia.

Gao Huilin kemudian terdampar di sana sejak 27 Januari karena penerbangannya kembali ke Wuhan dibatalkan karena wabah virus Corona.

Gao menuturkan penerbangannya kembali ke Wuhan dijalankan secara hati-hati.

Petugas mengukur suhu tubuh setiap calon penumpang sebelum mengizinkan mereka masuk ke pesawat.

"Saya senang kepada negara saya karena tidak meninggalkan siapapun," kata Gao seperti dikutip dari Xinhua. (Tribun Network/deo)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved