Sabtu, 30 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Bantah Drone MQ-9 Reaper Ditembak Jatuh Iran, Amerika Habiskan Rp 16,3 Triliun Per Hari Perang

AS menghabiskan sekitar US$11,3 miliar hanya dalam enam hari pertama operasi di Timur Tengah. 

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
KERAHKAN MARINIR - Gambar tangkap layar khbern, Senin (16/3/2026) yang menunjukkan ilustrasi pasukan Amerika Serikat (AS) memasuki pesawat angkut militer saat dikerahkan untuk bertugas. Amerika Serikat dilaporkan sudah mengirimkan kelompok penyerang amfibi yang sangat terlatih dan unit pengintai Korps Marinir ke Timur Tengah di tengah peperangan melawan Iran. 

Bantah Drone MQ-9 Reaper Ditembak Jatuh Iran, Amerika Habiskan Rp 16,3 Triliun dalam Sehari Perang
 

Ringkasan Berita:
  • Situs pemantau biaya perang menyebut pengeluaran AS untuk operasi melawan Iran telah melampaui US$95 miliar sejak akhir Februari 2026.
  • Kenaikan harga energi akibat konflik disebut telah membebani warga Amerika hingga hampir US$50 miliar.
  • Ketegangan Washington-Teheran terus meningkat, termasuk saling bantah soal klaim pesawat AS yang ditembak jatuh di Iran.
 

 

TRIBUNNEWS.COM - Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan terus membengkak dan kini disebut telah melampaui US$95 miliar atau sekitar Rp 1.548 triliun sejak konflik meningkat pada 28 Februari 2026. 

Angka tersebut berasal dari situs pemantau Iran War Cost Tracker, yang secara khusus menghitung beban finansial perang Iran bagi Washington.

Menurut situs tersebut, perhitungan didasarkan pada pengarahan Pentagon kepada Kongres AS pada 10 Maret lalu.

Baca juga: IRGC Iran Sebut Serangan ke Pangkalan Militer AS Sebagai Peringatan Serius, Kuwait Sibuk Cegat Drone

Dalam penjelasan itu disebutkan kalau AS menghabiskan sekitar US$11,3 miliar hanya dalam enam hari pertama operasi di Timur Tengah. 

Setelah itu, biaya konflik diperkirakan bertambah sekitar US$1 miliar per hari setara hampir Rp 16,3 triliun per hari.

Besarnya pengeluaran ini menunjukkan bahwa konflik modern tidak hanya menguras kemampuan militer, tetapi juga memberikan tekanan serius terhadap ekonomi negara yang terlibat.

Terlebih, operasi AS di kawasan Teluk membutuhkan pengerahan kapal induk, sistem pertahanan udara, amunisi presisi tinggi, serta patroli udara yang sangat mahal.

Sekitar sebulan lalu, sumber CNN juga menyebut biaya perang terhadap Iran telah berada di kisaran US$ 40–50 miliar. 

Namun angka tersebut belum memasukkan biaya pembangunan kembali fasilitas militer maupun penggantian aset tempur yang rusak atau habis digunakan.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS pada pertengahan bulan ini menyatakan biaya perang telah mencapai US$29 miliar.

Namun jika dihitung bersama penggantian stok amunisi, perawatan peralatan militer, dan dampak energi, total beban konflik disebut bisa mendekati US$1 triliun.

Dampak ekonomi perang juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Amerika.

Data dari situs lain yang dikelola peneliti Laboratorium Solusi Iklim Universitas Brown menunjukkan kenaikan harga energi selama hampir tiga bulan terakhir telah membebani konsumen AS lebih dari US$49,5 miliar.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved