Olimpiade 2020

70 Persen Pengendara di Jepang Tak Tahu Soal Perubahan Lalu Lintas Selama Olimpiade

70 persen pengemudi menjawab bahwa mereka tidak terbiasa dengan pembatasan lalu lintas skala besar selama Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade.

70 Persen Pengendara di Jepang Tak Tahu Soal Perubahan Lalu Lintas Selama Olimpiade
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Logo Olimpiade dan Paralimpik Jepang 2020 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah survei kuesioner oleh Badan Kepolisian Metropolitan Tokyo Jepang menemukan 70 persen pengemudi menjawab bahwa mereka tidak terbiasa dengan pembatasan lalu lintas skala besar selama Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade.

"Tokyo memiliki banyak lalu lintas dan tempat-tempat tersebar di area yang lebih luas dari kota-kota tuan rumah Olimpiade sebelumnya, sehingga langkah-langkah transportasi adalah masalah penting yang menentukan keberhasilan Olimpiade," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (9/2/2020).

Para pengemudi diusahakan untuk tidak mengemudi di pusat kota selama periode Olimpiade tersebut, dan menerapkan pembatasan lalu lintas skala besar.

Bulan Januari lalu, Badan Kepolisian Nasional Jepang melakukan survei kuesioner pada lebih dari 2.200 pengemudi yang mengunjungi tempat tes mengemudi untuk melihat seberapa baik langkah-langkah ini diketahui.

Menurut survei, 68 persen responden menjawab "Saya belum pernah mendengarnya" atau "Saya pernah mendengarnya tetapi tidak tahu isinya" ketika meminta menghindari penggunaan mobil yang digunakan.

Mengenai peraturan lalu lintas skala besar, 72 persen responden mengatakan "Saya belum pernah mendengarnya" atau "Saya sudah mendengarnya, tetapi saya tidak tahu apa itu."

Baca: Hendrawan Punya Gebrakan Baru Demi Muluskan Jalan Tunggal Putra Malaysia ke Olimpiade Tokyo 2020

Baca: Penampakan Mobil Masjid untuk Atlet Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo Jepang

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo telah memutuskan untuk memperkuat kesadaran publik tentang tindakan lalu lintas, yang menyatakan bahwa kerja sama individu sangat penting untuk kelancaran turnamen olahraga dunia tersebut.

"Oleh karena itu pembatasan lalu lintas skala besar perlulah dilakukan," kata dia.

Departemen Kepolisian Metropolitan telah memutuskan untuk memperkuat kesadaran publik tentang tindakan lalu lintas, yang menyatakan bahwa kerja sama individu sangat penting untuk kelancaran turnamen.

Mobil Masjid di Tokyo Tower, bisa menampung 50 orang dengan empat AC menyejukkan disiapkan bagi atlit Indonesia yang hadir di Olimpiade 2020 serta kalangan muslim lainnya.
Mobil Masjid di Tokyo Tower, bisa menampung 50 orang dengan empat AC menyejukkan disiapkan bagi atlit Indonesia yang hadir di Olimpiade 2020 serta kalangan muslim lainnya. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Selama berlangsungnya Olimpiade kendaraan umum bus dan truk umum diharapkan tidak melalui jalan-jalan utama yang digunakan saat Olimpiade oleh kendaraan Olimpiade.

Bahkan diharapkan untuk tidak ke luar di siang hari.

Demikian pula para pekerja diharapkan selama Olimpiade melakukan kerja di rumah dengan cara teleworks, menggunakan jaringan internet untuk komunikasi satu sama lain, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas lebih lanjut.

Plang monumen Olimpiade diangkut dari pabriknya menuju Taman Odaiba Kaihin Tokyo Jumat pagi ini (17/1/2020).
Plang monumen Olimpiade diangkut dari pabriknya menuju Taman Odaiba Kaihin Tokyo Jumat pagi ini (17/1/2020). (Richard Susilo)

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved