Hacker Terkenal Jepang Menyarankan Pemilik Situs Indonesia Memiliki Server di Dalam Negeri
Seorang hacker dari Jepang, menyarankan pemilik situs Indonesia untuk memiliki server di dalam negeri Indonesia, lalu back-up di luar negeir.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang hacker (peretas) dari Jepang, Jun Kawasaki, CEO Gftd Japan Co.Ltd. yang sering dijuluki White Hacker, menyarankan pemilik situs Indonesia untuk memiliki server di dalam negeri Indonesia, lalu back-up di luar negeri misalnya di AS sebagai hal terbaik.
"Kalau situs Indonesia dan untuk konsumsi orang Indonesia umumnya, mungkin baik servernya ditaruh di dalam negeri Indonesia sehingga mudah pengaturan dan kontrolnya apabila ada serangan hacker lain biasanya dari luar negeri," kata Jun Kawasaki kepada Tribunnews.com, Rabu (12/2/2020).
Setelah itu dibuat pula back-up nya di luar Indonesia misalnya di Amerika Serikat (AS).
Umumnya hacker dilakukan dari luar negara masing-masing.
"Misalnya Jepang umumnya hacker datang negara tetangga China dan Korea (utara)," kata Jun Kawasaki.

Demikian pula serangan hacker ke AS umumnya datang dari China dan hal itu jelas bisa terlihat dari gambar live yang diperlihatkannya kepada umum, banyaknya titik serangan hacker dari sebuah negara ke negara lain.
Kawasaki yang belum pernah ke Indonesia melihat perekonomian Indonesia sangat baik dewasa ini dan bagus untuk sebuah bisnis IT di negara berkembang seperti Indonesia.
"Suatu waktu mungkin saya akan ke Indonesia melihat sendiri bagaimana perkembangan negara tersebut khususnya dalam bidang IT-nya," kata Jun Kawasaki.
Kawasaki banyak membantu perusahaan dan atau pemerintah Jepang.
Baca: Dipercaya Punya Kekuatan Magis Ojizo-sama Dibawa dan Dititipkan Bergantian Antar Rumah di Jepang
Baca: Pasien Virus Corona di Kapal Pesiar Jepang Bertambah Jadi 174 Orang
Itulah sebabnya sering dijuluki sebagai White Hacker karena kebaikannya terhadap banyak orang serta ikut membantu memproteksi server negara yang kadang diserang banyak negara luar Jepang.
"Saya juga punya tim internasional, misalnya yang ada di Eropa, AS dan sebagainya sehingga kita bisa bergerak dan kontak secara internasional pula dalam pekerjaan sehari-hari," ujarnya.
Seorang pengusaha yang akun banknya di-hacked seseorang sehingga mengalami kerugiahn jutaan yen, akhirnya 70 persen bisa ditarik kembali uangnya tersebut oleh Kawasaki.
"Banyak faktor mempengaruhi. Misalnya soal waktu. Kalau kejadiannya sudah lama ya mungkin sangat sulit ya untuk men-trace dan menarik kembali uang yang telah di-hack seseorang. Tapi kalau kejadiannya baru saja berlangsung segera beritahu saya, mungkin bisa kita kejar," jelasnya.
Hacker yang terkenal di Jepang ini juga punya spesialisasi blockchain atai Rantai Blok.