Rabu, 15 April 2026

Penentuan PM Jepang Baru 21 Oktober 2025, LDP Berusaha Pecah Belah Oposisi

Jika Takaichi terpilih, pembahasan RUU anggaran tambahan dan RUU utama tahun fiskal berikutnya diprediksi akan berjalan sulit

Editor: Eko Sutriyanto
Richard Susilo
CALON PM JEPANG - Sanae Takaichi (64) saat mau memberikan suaranya di pemilu partai liberal demokrat 4 Oktober 2025. Pemilihan Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru dipastikan akan digelar pada 21 Oktober 2025, mundur dari jadwal semula yang direncanakan pada 15 Oktober. Partai Demokrat Liberal (LDP) berupaya keras memenangkan Sanae Takaichi (64) sebagai PM baru, dengan strategi memecah kekuatan partai oposisi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemilihan Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru dipastikan akan digelar pada 21 Oktober 2025, mundur dari jadwal semula yang direncanakan pada 15 Oktober.

Partai Demokrat Liberal (LDP) berupaya keras memenangkan Sanae Takaichi (64) sebagai PM baru, dengan strategi memecah kekuatan partai oposisi.

“Partai Demokrat Liberal saat ini menjadi partai penguasa minoritas tunggal setelah Komeito keluar dari koalisi.

Situasi ini justru mendorong LDP mempercepat konsultasi dengan berbagai partai untuk mendukung pencalonan Takaichi. Namun, pemilihan PM akhirnya diundur menjadi 21 Oktober,” ujar seorang politisi senior kepada Tribunnews.com, Rabu (15/10/2025).

Menurut sumber tersebut, LDP kini melakukan 'gerilya politik' untuk memecah kekompakan oposisi.

“Kalau oposisi bersatu, LDP pasti kalah. Tapi sulit bagi oposisi untuk bersatu karena masing-masing kubu memiliki calon PM sendiri,” tambahnya.

Baca juga: Ogah Dukung Sanae Takaichi sebagai PM Jepang, Partai Komeito Akhiri Koalisi 26 Tahun dengan LDP

Strategi LDP dan Manuver di Balik Layar

Jika oposisi gagal mencapai mayoritas dalam putaran pertama pemilihan di Diet (parlemen Jepang), peluang Takaichi menjadi PM akan terbuka lebar.

Hal ini terutama jika oposisi tidak menyatukan langkah dalam putaran kedua pemungutan suara pada 21 Oktober mendatang.

LDP berusaha memperkuat pendekatan terhadap Partai Restorasi Jepang (Nippon Ishin no Kai) dan Partai Demokratik Rakyat (Kokumin Minshuto) untuk membentuk mayoritas baru.

Langkah ini terlihat dari pertemuan Hiroshi Kajiyama (LDP) dan Kei Endo (Partai Restorasi) di sebuah hotel jauh dari kompleks Diet, Selasa (14/10/2025) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Kajiyama meminta Endo bekerja sama dalam pemilihan PM dan pengelolaan Diet berikutnya.

Menurut pejabat terkait, Endo merespons positif dan bahkan menyatakan siap menulis nama Sanae Takaichi dalam surat suara.

Selain itu, Takaichi juga dijadwalkan bertemu dengan Fumitake Fujita, wakil ketua Partai Restorasi, pada 15 Oktober ini.

Upaya ini menunjukkan strategi LDP yang berfokus pada “pemancingan tunggal” untuk menarik dukungan sebagian partai oposisi.

Dinamika Parlemen dan Potensi Koalisi Baru
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved