Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Roket Kembali Menghantam Pangkalan Pasukan AS di Irak Utara

Serangan roket menghantam pangkalan Irak di provinsi terpencil Kirkuk di mana pasukan AS ditempatkan, kata laporan itu.

Serangan Roket Kembali Menghantam Pangkalan Pasukan AS di Irak Utara
IST/ISNA
ILUSTRASI - Sebuah laporan mengatakan serangan roket menghantam pangkalan Irak di provinsi terpencil Kirkuk di mana pasukan AS ditempatkan.

Ia menekankan bahwa serangan itu hanyalah respon balasan atas tindakan keji Amerika Serikat terhadap Qassem Soleimani.

"Itu adalah tindakan pembalasan, karena AS membunuh martir Soleimani dan al-Muhandis di Tanah Irak," tegasnya.

"Karena alasan ini, penargetan pangkalan militer tidak melanggar kedaulatan," tegasnya.

Inilah rudal yang ditembakkan oleh pasukan militer Iran ke Pangkalan AS di Irak.
Inilah rudal yang ditembakkan oleh pasukan militer Iran ke Pangkalan AS di Irak. (https://urgente24.com/)

Mendesak AS Berhenti Campuri Urusan

Iraj Masjedi juga mendesak Amerika Serika agar berhenti mencampuri urusan dalam negeri kawasan itu dan pangkalan militer Amerika yang telah berubah menjadi tempat kegiatan kriminal.

Menurut Iraj Masjedi, kawasan tersebut harus ditutup.

Iraj Masjedi juga menampar pemerintah AS setelah membunuh dua komandan militer Iran dan Irak.

Ia menuturkan, Washington mengklaim berperang melawan terorisme dan menciptakan keamanan, tapi melakukan tindakan terorisme yang serius.

"Kenyataannya adalah AS yang membunuh Jenderal Soleimani dan Abu Mahdo al-Muhandis," katanya.

"Itu berarti terorisme, karena kedua martir itu adalah komandar resmi Iran dan Irak," tegasnya.

Diduga Keberadaan Qassem Soleimani Bocor

Sebelumnya, diketahui ada kebocoran intilijen terkait tewasnya Qassem Soleimani.

Diwartakan TribunJogja, sebelumnya, keberadaan Qassem diduga terendus sejak ia di Damaskus, Suriah, sebelum terbang ke Baghdad, Irak, Kamis (2/1/2020).

Qassem dan pengawalnya tiba Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 00.30 waktu Baghdad.

Qassem dijemput di apron parkir, turun tangga pesawat langsung masuk kendaraan berkaca gelap yang dikawal secara bersenjata.

Penyelidikan langsung dipimpin Penasehat Keamanan Nasional Irak, Falih al-Fayadh, yang juga Kepala Popular Mobilization Forces (PMF).

Laporan yang ditulis kantor berita Reuters yang dipublikasikan Aljazeera.com, Jumat (10/1/2020) memberi gambaran sementara perjalanan Qassem sejak dari Damaskus, naik maskapai swasta Champ Wings.

Qassem dikawal oleh empat Garda Republik Iran saat meninggalkan Suriah.

Informasi lain sebelumnya menyebutkan, Qassem terbang dari Beirut Lebanon menuju Baghdad.

Menurut informasi, Qassem Soleimani maupun para pengawalnya tidak terdaftar pada manifest penumpang Champ Wing Airlines

Disebut Picu Perang Dunia, Ini CCTV Detik-detik Jenderal Iran Qassem Soleimani Tewas Diserang Rudal
Disebut Picu Perang Dunia, Ini CCTV Detik-detik Jenderal Iran Qassem Soleimani Tewas Diserang Rudal (AFP via Kompas.com dan Ahad TV)

Jenderal kharismatik Iran itu memilih maskapai umum atas pertimbangan keamanan pribadi.

Hal ini disampaikan pihak yang mengetahui strategi pengaturan keamanan untuk Soleimani.

Namun, kali ini jejak Qassem Soleimani terendus dan untuk terakhir kalinya ia terbang dari Bandara Internasional Damaskus sebelum terbunuh di Baghdad.

Setelah masuk mobil berkaca gelap, Qassem dan Muhandis meninggalkan apron parkir, diikuti sebuah kendaraan berisi pengawal.

Ditegaskan, perjalanan rombongan itu sangat dirahasiakan.

Begitu meninggalkan apron parkir dan melintasi jalan keluar dari Bandara Baghdad, rudal menghantam kendaraan pertama yang ditumpangi Qassem dan al-Muhandis.

Rudal kedua menghajar kendaraan pengawal di belakangnya.

Kedua mobil hancur berkeping di tengah kobaran api dan kepulan asap ledakan rudal.

Rudal yang diduga belakangan jenis Hellfire RX-1 Ninja dilepaskan dari drone atau pesawat nirawak MQ1 Reaper yang melayang-layang di sekitar Bandara Baghdad sejak sebelum pesawat Champ Wing mendarat.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Bagaimana Qassem Soleimani Terlacak AS? Irak Telusuri Jejak Mata-mata Sejak dari Damaskus"

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani, Tribun Jogja/Setya Krisna Sumargo)

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved