Virus Corona
Australia Akan Evakuasi 200 Warganya dari Kapal Diamond Princess Yang Dikarantina di Jepang
Australia akan evakuasi lebih dari 200 warganya dari Kapal Diamond Princess yang dikarantina di luar Jepang sejak 5 Februari lalu.
TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY -- Australia akan evakuasi lebih dari 200 warganya dari Kapal Diamond Princess yang dikarantina di luar Jepang sejak 5 Februari lalu.
Hal itu disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison kepada wartawan, Senin (17/2/2020).
"Australia akan mengevakuasi lebih dari 200 warga yang ada di atas kapal pesiar yang terkena virus corona yang dikarantina di pelabuhan Jepang Yokohama," ujar Morrison.
Morrison mengatakan semua warga Australia akan berangkat pada Rabu (19/2/2020) mendatang.
Lebih 200 warga itu akan mengikuti masa karantina selama 14 hari, di utara Australia.
Baca: Harga Masker Naik, Menkes Terawan: Yang Sehat Tak Perlu Pakai
"Bagi mereka yang lebih dari 200 warga Australia yang akan kembali ke Australia, kami harus melakukan masa karantina selama 14 hari lebih lanjut," kata Morrison kepada wartawan di Melbourne.
Pada hari Minggu, Amerika Serikat telah mengevakuasi sekitar 400 warganya dari Diamond Princess mengunakan pesawat sewaan.
Sementara Kanada, Italia, Korea Selatan dan Hong Kong juga telah mengumumkan rencana untuk mengevakuasi warganya yang menjadi penumpang kapal pesiar itu.
Virus corona telah terjangkit kepada 356 penumpang Kapal pesiar Diamond Princess.
Baca: Cerita Mahasiswa yang Sembuh dari Virus Corona Seusai Minum Obat HIV Kaletra
Sebanyak 3.700 penumpang harus dikarantina sejak 5 Februari lalu dalam kapal di pelabuhan Yokohama, dekat Tokyo.
Seorang pejabat kesehatan AS pada Minggu kemarin, mengatakan 40 orang warga negeri Paman Sam telah terinfeksi dan akan dirawat di Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-pesiar-jepang-diamond-princess-corona.jpg)