COVID-19: Cina Laporkan Infeksi Baru Terendah, Dunia Masih Khawatir
Jumlah kasus pasien terinfeksi virus corona jenis baru, COVID-19, di Cina menunjukkan penurunan. Namun dunia tetap khawatir menyusul…
Teori-teori konspirasi dan rumor memang sering berkembang tiap kali terjadi epidemi. Teori ini ada ketika muncul wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), SARS, flu burung dan Ebola, kata Adam Kamradt-Scott, pakar penyakit menular di University of Sydney.
"Jika di kota tempat wabah dimulai ada laboratorium penyakit menular, biasanya (laboratorium itu) disalahkan."
Rumor yang beredar di dalam dan luar negeri mengklaim bahwa virus ini direkayasa oleh para ilmuwan lokal di Wuhan. Lalu, entah sengaja atau tidak, virus berhasil keluar dari laboratorium.
Selain teori konspirasi, ada juga desas-desus tentang katak dan bayi yang baru lahir tiba-tiba bisa berbicara dan memberi nasihat tentang cara mengusir penyakit, biasanya dengan cara membakar petasan dan dupa.
"Sayangnya, selain tantangan epidemiologis, kita sepertinya juga menghadapi epidemi disinformasi secara terus-menerus," kata Kamradt-Scott.
ae/vlz (AFP, npr.org, Reuters)