Virus Corona

Pertama Kali PM Jepang Hentikan Berbagai Event dan Pembatasan Masuk Warga Korea

Abe menekankan bahwa "satu hingga dua minggu terakhir sangat penting dalam mencegah penyebaran infeksi

Pertama Kali PM Jepang Hentikan Berbagai Event dan Pembatasan Masuk Warga Korea
NHK/Richard Susilo
Data terinfeksi virus Corona di Jepang sampai dengan sore ini (26/2/2020) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Antisipasi virus corona di Jepang kali ini mulai tegas.

Untuk pertama kali PM Jepang Shinzo Abe melarang semua kegiatan pertemuan di Jepang mulai hari ini selama dua minggu mendatang.

"Untuk acara olahraga dan budaya nasional, kami akan meminta pembatalan, penundaan, atau pengurangan ukuran untuk dua minggu ke depan," ungkap PM Abe tadi siang (26/2/2020).

Perdana Menteri Abe telah meminta Markas Besar Penanggulangan Koronavirus baru pemerintah yang dibentuk kemarin (25/2/2020)   untuk menunda  penyelenggaraan acara olahraga dan budaya selama dua minggu ke depan.

Abe menekankan bahwa "satu hingga dua minggu terakhir sangat penting dalam mencegah penyebaran infeksi," tekannya lagi.

"Acara olahraga dan budaya memiliki risiko besar penularan, dan telah membuat permintaan penangguhan atau penundaan yang tidak biasa memang," tambahnya.

Perdana Menteri Abe juga mengumumkan bahwa karena penyebaran penyakit di Korea Selatan, orang asing yang telah tinggal di Daegu, Korea atau Cheongdo-gun, Gyeongsangbuk-do harus ditolak masuk dalam waktu 14 hari sebelum mengajukan imigrasi.

Artinya pengajuan visa ke Jepang yang dilakukan mulai sekitar tanggal 10 Februari 2020 sampai dengan kini, dipastikan ditolak masuk ke Jepang.

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com 

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved