Sempat Dinyatakan Sembuh, Perempuan di Jepang Dilaporkan Positif Virus Corona Untuk Kedua Kalinya

Pemerintah prefektur Osaka mengatakan seorang perempuan di Jepang terinfeksi positif virus corona untuk kedua

Sempat Dinyatakan Sembuh, Perempuan di Jepang Dilaporkan Positif Virus Corona Untuk Kedua Kalinya
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Ilustrasi: Tim medis mengevakuasi seorang penumpang kapal laut yang diduga terinfeksi virus novel CoronaVirus (nCoV) di Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Medan, Sumatera Utara, Senin (3/2/2020). Simulasi yang digelar Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Medan bekerjasama dengan Pelindo I tersebut bertujuan untuk kesiapsiagaan dalam menangani pasien suspect virus Corona di Pelabuhan. (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah prefektur Osaka mengatakan seorang perempuan yang bekerja sebagai pemandu bus wisata di Jepang terinfeksi positif virus corona untuk kedua kalinya, Rabu (26/2/2020).

Dilansir Channel News Asia, perempuan yang disebut berusia 40-an tahun tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus corna setelah mengalami sakit tenggorokan dan sakit di dada.

Perempuan tersebut pertama kali terinfeksi pada akhir Januari 2020.

Baca: Kemenlu Dalami Kabar TKW Asal Indonesia Positif Terjangkit Virus Corona di Taiwan

Dia telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan dinyatakan pulih pada 1 Februari 2020.

Surat kabar Nikkei mengatakan Kementerian Kesehatan Jepang mengkonfirmasi ini adalah pertama kalinya pasien positif terinfeksi virus corona untuk kedua kalinya.

Meskipun ini yang pertama untuk Jepang, pasien yang kedua kalinya positif terinfeksi sudah pernah dilaporkan terjadi di China.

Baca: Kejadian Pertama, WHO Sebut Kasus Baru Virus Corona di Luar China Lebih Besar Dibanding di China

"Sekali terinfeksi, virus itu tetap bisa aktif dengan gejala minimal dan keadaan anda bisa semakin memburuk jika virus itu menemukan jalan ke paru-paru," ujar Philip Tierno Jr, profesor mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (27/2/2020).

Tierno mengatakan masih banyak yang tidak diketahui terkait virus corona ini.

"Saya tidak yakin ini adalah fase kedua seperti anthrax," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved