Virus Corona

Bertambah 49, Korban Meninggal Akibat Corona di Iran Menjadi 194 Orang

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 49 kematian baru akibat virus corona (Covid-19), pada Minggu (8/3/2020).

AFP/ATTA KENARE
Seorang pemilih Iran mengenakan masker dan menunjukkan kartu identitasnya pada pemilihan parlemen di tempat suci Shah Abdul Azim di pinggiran selatan Teheran. Jum'at (21/02/2020). Kementerian kesehatan Iran hari ini melaporkan dua kematian lagi di antara 13 kasus baru coronavirus di republik Islam tersebut, menjadikan jumlah total kematian menjadi empat dan infeksi menjadi 18. (FATTA KENARE / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN -  Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 49 kematian baru akibat virus corona (Covid-19), pada Minggu (8/3/2020).

Angka ini tercatat tertinggi sejak awal wabah ini menyebar di Iran.

Dengan begitu jumlah orang meninggal dunia akibat virus corona mencapai 194 orang.

Baca: Vietnam Hadapi 29 Kasus Baru Infeksi Virus Corona

Baca: Ririn Ekawati Diamankan Dugaan Kasus Narkoba, Hasil Tes Urine Ternyata Negatif

Termasuk yang tertinggi di luar China, tempat penyakit berasal.

Virus ini telah menyebar ke 31 Propinsi di Iran.

Hingga hari ini tercatat 6.566 kasus yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona di Iran.

Pada Sabtu (7/3/2020) kemarin, Kementerian Kesehatan Iran menyebut, 21 orang telah meninggal karena virus ini dan membawa total korban tewas menjadi 145.

Lebih dari 1.000 infeksi baru juga dikonfirmasi dalam semalam, sehingga total untuk 5.823 kasus nasional.

Di antara yang meninggal adalah Fatemeh Rahabar, seorang anggota parlemen berusia 55 tahun yang baru terpilih.

Ia meninggal di Teheran, seperti diberitakan kantor berita IRNA, pada Sabtu kemarin. (The Star/IRNA)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved