Netanyahu Disebut Minta AS Dukung Perluasan Serangan Israel ke Beirut
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta dukungan Amerika Serikat untuk memperluas serangan ke Lebanon,
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membahas kemungkinan perluasan serangan terhadap Lebanon bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio.
Laporan itu mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya.
Dalam pembicaraan tersebut, Netanyahu disebut meminta dukungan Washington agar Israel dapat memperluas operasi militernya hingga ke Beirut.
Netanyahu menilai pemerintahan AS saat ini memiliki sikap yang lebih terbuka dan fleksibel terhadap permintaan Israel dibanding sebelumnya, mengutip laporan Saluran televisi Israel Channel 12.
Menurut laporan itu, Netanyahu juga disebut menyampaikan kepada Rubio bahwa anggapan Beirut sebagai zona yang dilindungi oleh Hizbullah tidak dapat diterima oleh pemerintah Israel.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun AS terkait isi percakapan tersebut.
Di sisi lain, laporan media menyebut militer Israel sebelumnya gagal melakukan serangan udara besar di Beirut akibat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Meski demikian, Israel akhirnya tetap melancarkan serangan udara di kawasan Shuveyfet, selatan Beirut, pada 28 Mei lalu, mengutip Anadolu Agency, Senin (1/6/2026).
Meskipun gencatan senjata masih berlaku.
Diketahui ketegangan di kawasan terus meningkat setelah Netanyahu pada 25 Mei memerintahkan militer Israel meningkatkan operasi terhadap Lebanon.
Sementara itu, Hizbullah terus menyerang posisi militer Israel dengan alasan Tel Aviv telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/residen-Donald-Trump-dan-Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-berbicaW.jpg)