Virus Corona
Otoritas China Melaporkan 27 Kematian Baru Akibat Covid-19
Otoritas China melaporkan 27 kematian baru akibat virus corona pada Minggu (8/3/2020).
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Otoritas China melaporkan 27 kematian baru akibat virus corona pada Minggu (8/3/2020).
Angka tersebut menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 3.097 orang hingga Minggu (8/3/2020) kemarin.
Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, selain jumlah korban tewas, juga ada 44 kasus baru infeksi, sebagian besar di pusat virus di Provinsi Hubei.
Dengan begitu kini jumlah kasus virus corona di China mencapai 80.695.
Pada sehari sebelumnya, Sabtu (7/3/2020), otoritas kesehatan China melaporkan 1.678 pasien virus corona dinyatakan sembuh.
Itu berarti 55.404 orang berhasil sembuh dari virus corona di China hingga Sabtu (7/3/2020).
Otoritas China juga menjelaskan, secara nasional kasus infeksi virus corona pada tren menurun akhir-akhir ini di Negeri Tirai Bambu.
Lebih lanjut dilaporkan total 311 penumpang yang tiba di ibu kota Provinsi Gansu dari Iran dikarantina, demikian televisi lokal China melaporkan.
Baca: Ibunda Ashraf Sinclair Kenang Tumbuh Kembang Sang Cucu, Adik Ipar BCL Beri Reaksi Begini
Baca: Pulau Galang Dirancang untuk Operasi Kemanusiaan, Lokasinya Ideal karena Berada di Tengah Hutan
Malaysia dan Vietnam
Di Malaysia ada enam kasus baru infeksi virus corona (Covid-19), pada Minggu (8/3/2020). Total kasus positif COVID-19 menjadi 99 orang.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah, seperti dilansir dari Kantor Berita Malaysia, Bernama, Minggu (8/3/2020).
Dia mengatakan, semua kasus terdeteksi dan terisolasi untuk pengobatan lebih lanjut.
"Semua kasus baru yang dilaporkan hari ini terdiri dari kontak dekat dengan kasus 26," katanya dalam konferensi pers.
Dia mengatakan semua kasus terdeteksi ketika melakukan pelacakan kontak terhadap siapa-siapa saja pasien positif Covid-19 berhubungan dekat.
Baca: 4 Fakta di Laga Arema FC Vs Persib Bandung: Hujan Kartu, Drama Penalti, hingga Aksi Aremania
Baca: Ibu Teriak Lihat Putrinya Tewas di Kamar, Ternyata Dibunuh Remaja yang Diam-diam Menyelinap
"Aktivitas pelacakan kontak dekat sedang dilakukan sampai penyebab infeksi ini dapat diidentifikasi," katanya.
Dari total kasus, dua dilaporkan membutuhkan bantuan pernapasan dan sedang dirawat di Unit Intensive Care.
Sementara itu, ia melaporkan ada 24 kasus positif ke-41 Covid-19 telah pulih dan diizinkan pulang dari rumah sakit Kuala Lumpur.
Pada 8 Maret, katanya, total 567 sampel telah diuji dan sejauh ini tidak ada sampel yang terdeteksi positif untuk infeksi Covid-19.
Meskipun demikian ia berpesan agar masyarakat, menghindari pergi ke tempat yang ramai dan mengambil jarak setidaknya satu meter jauhnya ketika berhadapan dengan orang lain.
"Masyarakat juga diimbau tidak menyebarluaskan berita yang belum diverifikasi atau informasi hoaks yang berkaitan dengan Covid-19," katanya.
Baca: Abun Sungkar dan Dannia Salsabilla Malu-malu Saat Ditanya Soal Cinlok, Katanya . . .
Baca: Anies Baswedan Tak Pernah Melaporkan Penghinanya, Rocky Gerung: Dia Ngerti Demokrasi, Gak Baper
Noor Hisham juga mengatakan masyarakat harus menjaga tingkat kebersihan yang tinggi, seperti mencuci tangan dengan air dan sabun, atau sering menggunakan hand sanitizer.
Masyarakat juga disarankan untuk menunda perjalanan ke luar negeri, terutama ke daerah atau kota yang telah dinyatakan sebagai daerah wabah Covid-19, seperti di Republik Rakyat China, Republik Korea, Jepang, Italia dan Iran.
Otoritas Kesehatan Vietnam juga melaporkan sembilan kasus baru infeksi virus corona, pada Minggu (8/3/2020).
Jumlah terus membuat kasus corona melonjak menjadi 29, dari 20 pada hari sebelumnya.
Kasus baru yang dikonfirmasi pada minggu itu termasuk delapan wisatawan asing yang baru tiba di Hanoi pada penerbangan Vietnam Airlines dari London pada Senin lalu.
Baca: Corona Makin Mencemaskan, Arab Saudi Isolasi Wilayah Qatif, Sekolah Ditangguhkan
Baca: Perampok dan Pembunuh Pak Kadus Itu Akhirnya Tewas Setelah Baku Tembak di Tempat Persembunyiannya
Demikian Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan, Minggu (8/3/2020).
Sebelumnya 16 kasus pertama di negara ini telah sembuh. Selain itu tidak ada kematian akibat virus corona ditemukan di Vietnam.
Kementerian Kesehatan Vietnam juga mengatakan 101 kasus yang dicurigai virus coroner telah dikarantina, sementara 23.228 yang lain sedang dipantau. (The Star/Channel News Asia/The Straits Times/Reuters/malau/tribunnetwork/cep)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masker-virus-corona.jpg)