Konflik Palestina Vs Israel
Jerman dan Italia Murka, Kecam Aksi Israel yang Cegat Bantuan Gaza di Perairan Internasional
Jerman dan Italia kecam Israel cegat armada bantuan Gaza di laut internasional. Di darat, 377 pelanggaran gencatan senjata picu krisis kemanusiaan.
Ringkasan Berita:
- Jerman dan Italia kecam Israel usai mencegat Global Sumud Fleet di perairan internasional, serukan patuhi hukum internasional dan lindungi misi kemanusiaan.
- Israel cegat lebih dari 20 kapal dan tahan sekitar 175 aktivis di Laut Mediterania dekat Kreta, meski armada berangkat dari Sisilia membawa bantuan untuk Gaza.
- Di darat, Gaza laporkan 377 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel selama April 2026, sebabkan korban jiwa dan hambat bantuan, memperparah krisis kemanusiaan.
TRIBUNNEWS.COM - Jerman dan Italia secara tegas menyerukan Israel untuk menahan diri dari tindakan yang dinilai “tidak bertanggung jawab” setelah pasukan angkatan laut Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza di perairan internasional.
Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama kedua negara, menyusul insiden penyitaan kapal dari Global Sumud Fleet yang terjadi di kawasan Laut Mediterania, dekat Pulau Kreta, Yunani.
Jerman dan Italia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, khususnya dalam situasi yang melibatkan bantuan kemanusiaan.
Dalam pernyataannya, Jerman dan Italia juga menekankan bahwa keselamatan warga sipil dan relawan harus menjadi prioritas utama.
Kedua negara juga meminta semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi di kawasan yang sudah tegang.
Selain itu, mereka menegaskan kembali dukungan terhadap upaya komunitas internasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza secara sah dan sesuai standar internasional.
Kronologi Pencegatan Armada Bantuan
Adapun kecaman ini dilontarkan usai mencuatnya laporan yang menyebut pasukan angkatan laut Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza di perairan internasional.
Menurut keterangan resmi dari pemerintah Israel yang dikutip Anadolu, pasukan angkatan laut telah mencegat lebih dari 20 kapal yang tergabung dalam armada tersebut. Sekitar 175 aktivis yang berada di dalam kapal dilaporkan turut ditahan dalam operasi tersebut.
Armada ini sebelumnya memulai pelayaran dari Sisilia, Italia, sekitar dua minggu sebelum insiden terjadi.
Total terdapat 58 kapal yang membawa berbagai bantuan kemanusiaan, mulai dari logistik medis hingga kebutuhan pokok bagi warga di Jalur Gaza.
Misi utama mereka adalah menembus blokade yang telah diberlakukan Israel sejak 2007 terhadap wilayah tersebut.
Namun, perjalanan armada terhenti di Laut Mediterania, tepatnya di dekat Pulau Kreta, Yunani, yang berjarak ratusan mil laut dari wilayah Israel.
Lokasi pencegatan inilah yang kemudian memicu kontroversi, karena dilakukan di luar wilayah kedaulatan langsung Israel.
Baca juga: AS Gunakan AI untuk Mendeteksi Ranjau Iran di Selat Hormuz
Sejumlah negara Eropa menekankan bahwa perairan internasional seharusnya tetap menjadi jalur bebas bagi aktivitas sipil, termasuk misi kemanusiaan.
Di sisi lain, pemerintah Israel melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bagian dari kebijakan keamanan untuk mencegah masuknya barang-barang yang dianggap berisiko ke wilayah Gaza.