Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Cegah Corona, Singapura Tolak Semua Pengunjung yang Masuk, Meskipun Hanya Transit

Cegah Corona, Singapura Tolak Semua Pengunjung yang Masuk, Meskipun Hanya Transit

Penulis: Tiara Shelavie
Catherine LAI / AFP
Orang-orang, yang memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus novel COVID-19, tiba di pos pemeriksaan Woodlands di Singapura pada 17 Maret 2020, dari seberang jalan lintas negara bagian selatan Malaysia, Johor. 

TRIBUNNEWS.COM - Singapura tak akan mengizinkan pengunjung jangka pendek untuk masuk ke negaranya, meski hanya transit, Channel News Asia mengabarkan.

Keputusan itu disampaikan Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada Minggu (22/3/2020), mengingat tingginya imported case Covid-19 di Singapura.

Larangan masuk ini akan mulai berlaku pada Senin pukul 23.59 malam.

"Ini juga dilakukan untuk menghemat sumber daya sehingga kami bisa lebih fokus pada warga Singapura," ungkap MOH dalam keterangannya.

Baca: Kemenlu Angkat Bicara Soal WNI Pasien Corona Meninggal di Singapura

Hanya pemegang izin kerja yang memberikan layanan penting, seperti perawatan kesehatan dan transportasi, yang diizinkan oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk masuk atau kembali ke Singapura.

Virus corona di Singapura 1
Seorang komuter yang mengenakan masker sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona COVID-19, menunggu tumpangan di stasiun kereta Mass Rapid Transit di Singapura pada 18 Maret 2020.

Ini juga termasuk tanggungan mereka, Depkes menambahkan.

Hampir 80 persen kasus Covid-19 baru Singapura selama tiga hari terakhir adalah imported case.

Sebagian besar dari mereka warga Singapura dan pemegang Long Term Pass yang kembali dari luar negeri, kata Depkes.

"Kasus impor ini memiliki sejarah perjalanan ke 22 negara yang berbeda," kata kementerian.

Baca: 1 WNI Positif Corona Wafat di Singapura, 178 Dideportasi oleh Malaysia

Seperti yang diumumkan sebelumnya, semua warga Singapura, penduduk tetap maupun pemegang paspor jangka panjang yang kembali ke Singapura diperintahkan untuk tinggal di rumah selama 14 hari.

Komite Kerja Khusus Singapura-Malaysia telah sepakat bahwa warga Malaysia dengan izin kerja dapat terus bekerja di Singapura dengan pengaturan akomodasi yang sesuai.

Transportasi barang antara Malaysia dan Singapura juga akan difasilitasi.

"Diskusi dalam komite sedang berlangsung," kata kementerian itu dalam siaran persnya.

Virus Corona di Singapura 2
Orang-orang, yang memakai masker sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus novel COVID-19, tiba di pos pemeriksaan Woodlands di Singapura pada 17 Maret 2020, dari seberang jalan lintas negara bagian selatan Malaysia, Johor.

Masih dilansir Channel News Asia, pembatasan terbaru ini diumumkan sehari setelah Singapura mengkonfirmasi kematian pertamanya karena virus corona.

Dua pasien, seorang wanita Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun, meninggal karena komplikasi akibat Covid-19 pada Sabtu (21/3/2020) pagi.

Wanita tersebut (kasus 90), memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi.

Ia terhubung dengan cluster di The Life Church and Missions Singapore.

Baca: Singapura Catatkan 2 Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19, Termasuk Seorang WNI

Sementara pasien kedua, yang dikenal sebagai kasus 212, merupakan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun dengan riwayat penyakit jantung.

Singapura juga mengkonfirmasi 47 kasus baru virus corona pada hari Sabtu, sehingga total menjadi 432.

432 kasus itu termasuk 39 kasus impor dengan sejarah perjalanan ke Australia, Eropa, Amerika Utara, dan bagian lain di Asia.

Dari jumlah tersebut, 33 adalah penduduk yang kembali dan pemegang izin jangka panjang, sementara enam adalah pengunjung jangka pendek.

Delapan kasus baru yang tersisa ditransmisikan secara lokal.

Baca: Mardani Ali Sera Kesal ODP Corona Kabur, Kalau di Singapura, Bisa Kena Pasal Percobaan Pembunuhan

Dua terkait dengan kasus-kasus sebelumnya, sementara enam saat ini tidak terhubung, kata pihak berwenang dalam pembaruan hariannya.

Untuk mengurangi risiko penularan lokal lebih lanjut, langkah-langkah yang lebih ketat diumumkan pada hari Jumat, termasuk penangguhan semua acara dan pertemuan dengan 250 atau lebih peserta.

Karyawan pada tempat umum, seperti toko ritel dan gerai makanan dan minuman (F&B), juga harus melakukan tindakan pencegahan untuk memastikan pemisahan sejauh 1 meter antar orang.

Singapura juga meluncurkan aplikasi seluler TraceTogether dalam upaya untuk mempercepat upaya pelacakan kontak.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan