Virus Corona
Jalani Lockdown, Masyarakat India Masih Padati Pasar dan Apotek
Masyarakat India sampai Rabu (25/3/2020) waktu India masih memadati toko kelontong dan apotek.
TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat India sampai Rabu (25/3/2020) masih memadati toko kelontong dan apotek.
Aksi panic buying ini masih berlanjut menyusul pengumuman Perdana Menteri Narendra Modi yang akan mengarantina nasional para warganya selama tiga pekan.
Keputusan ini adalah tindakan terberat yang bisa dilakukan negara demi memutus rantai penyebaran corona.
Meski 536 kasus di India jauh di bawah China, Italia dan Spanyol, namun pemerintah khawatir karena negara ini padat penduduk.
Kekhawatiran ini datang dari otoritas kesehatan karena negara dengan 1,3 juta penduduk ini akan kewalahan jika tidak segera menahan penyebaran Covid-19.
Orang-orang di sejumlah kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru segera mempersiapkan diri untuk isolasi tiga pekan.
Baca: India Lockdown, Suzuki: Stok Ignis, Baleno dan SX-4 Aman
Baca: Hari Pertama Lockdown, Pemerintah India Melarang Ekspor Klorokuin dan Alat Medis Khusus Covid-19
Sebab semua layanan dan pertokoan akan ditutup kecuali pusat perbelanjaan kebutuhan primer atau supermarket.
Saat lockdown ini mulai berlaku, justru masih ada antrian panjang truk yang membawa susu, buah-buahan, dan sayuran berliku-liku di jalan raya India.
Padahal Modi sendiri sudah mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat akan dipenuhi.
"Tidak ada instruksi yang jelas, polisi menyuruh kami untuk menutup toko," kata Ram Agarwal, seorang penjual bahan makanan di New Delhi.
Melansir Al Jazeera, saat itu toko Ram tengah dikerumuni orang-orang yang ingin membeli susu dan makanan kering.
Meski masih ada masyarakat yang berkerumun untuk panic buying, tapi keadaannya tidak sepadat Selasa (24/3/2020) lalu.
"Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal dalam konferensi pers mengatakan bahwa orang-orang yang berkerumun untuk membeli komoditas penting mengingkari tujuan lockdown," laporan dari Al Jazeera.
Bahkan Kota New Delhi juga tampak sepi seperti halnya yang terjadi di stasiun kereta api yang biasanya padat.
"Delhi tampak seperti kota hantu," kata Nishank Gupta, seorang pengacara.
"Aku belum pernah melihat kota setenang ini sebelumnya."
Sementara itu seorang pekerja di layanan pengiriman susu online, Anthony Thomas mengatakan bahwa majikannya memintanya untuk tinggal di rumah.
"Belum ada informasi tentang persediaan besok," jelasnya.
Sejatinya perintah Modi untuk lockdown semata-mata ingin menghindari penyebaran Covid-19 di sejumlah kota kecil lainnya.
Sebab sejumlah kasus saat ini banyak berasal dari kota besar seperti New Delhi dan Mumbai.
Kasus-kasus yang dilaporkan dari bagian terpencil negara bagian barat Maharashtra memicu kekhawatiran pemerintah.
Apalagi kalau bukan tentang kemampuan sistem kesehatan masyarakat yang terkenal kurang memadahi.
India hanya memiliki 0,5 tempat tidur rumah sakit untuk setiap 1.000 orang, dibandingkan dengan 4,3 di Cina dan 3,2 di Italia.
Praktik Sosial Distancing di Toko Kelontong India
Melansir India Today, sejumlah toko kebutuhan lantas dipenuhi kerumunan orang yang buru-buru membeli persediaan untuk hidup 21 hari ke depan.
Baca: Lebih 1,3 Miliar Penduduk India Jalani Lockdown Selama 21 Hari
Baca: India Lockdown Total, Pemerintah Siapkan 2 Miliar Dolar untuk Tingkatkan Infrastruktur & Kesehatan
Kondisi ini pun membuat para pemilik dan penjaga toko berusaha mengurai keramaian pelanggan.
Mereka meminta para pembeli ini agar menjaga jarak satu sama lain.
Selain itu juga menjaga kebersihan dengan memakai hand sanitizer dan masker saat mengantre.
Beberapa toko berinisiatif untuk menata posisi antrian dengan jarak satu meter.
Toko bahan makanan di daerah Pune juga memastikan bahwa pelanggan menjaga jarak dan kebersihan dengan tepat.
Daerah Pune merupakan salah satu wilayah India yang menyumbang banyak infeksi Covid-19 di negara ini.
Sebagai langkah antisipasi, para pedagang di sana menyemprotkan air sabun pada panel kaca dan memberikan hand sanitizer kepada pelanggan.
Mereka juga menyuruh para pembeli agar mengenakan masker.
Sementara itu toko bahan makanan dan pusat distribusi susu meyakinkan masyarakat bahwa mereka akan tetap beroperasi dan melanjutkan layanan selama periode lockdown.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kemeriahan-perayaan-holi-di-india_20200312_015858.jpg)