Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Agen ICE Penembak Warga Venezuela Ditangkap setelah Diduga Berbohong, Peluru Tembus Kamar Anak
Agen ICE ditangkap setelah video membongkar versinya soal penembakan warga Venezuela. Peluru bahkan menembus kamar anak.
Ringkasan Berita:
- Kasus penembakan warga Venezuela oleh agen ICE berubah menjadi skandal nasional setelah rekaman video membantah laporan resmi petugas.
- Agen yang sebelumnya mengaku menembak untuk membela diri kini ditangkap dan didakwa memberikan laporan palsu
- Insiden ini memperdalam kontroversi operasi deportasi besar-besaran pemerintahan Donald Trump.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), Christian Castro, ditangkap di Texas setelah didakwa menembak warga Venezuela saat operasi penggerebekan imigrasi di Minneapolis, Minnesota.
Kasus ini menjadi perhatian nasional karena versi awal pemerintah federal tentang insiden tersebut, runtuh setelah rekaman video pengawas muncul dan membantah kesaksian petugas.
Al Jazeera melaporkan Castro menghadapi empat dakwaan penyerangan tingkat dua dan satu dakwaan pelaporan kejahatan palsu terkait penembakan Julio Cesar Sosa-Celis pada 14 Januari 2026 dalam operasi deportasi besar yang dikenal sebagai Operation Metro Surge.
Menurut dokumen dakwaan, Castro melepaskan tembakan melalui pintu depan rumah ketika beberapa orang baru saja masuk ke dalam bangunan tersebut.
"Peluru itu menembus pintu dan mengenai kaki salah satu korban sebelum akhirnya mengenai dinding kamar seorang anak," kata Kantor Kejaksaan Hennepin County dalam pernyataan resminya.
Jaksa menyebut, terdapat empat orang dewasa dan dua anak di dalam rumah saat tembakan dilepaskan.
Insiden tersebut, awalnya digambarkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebagai tindakan pembelaan diri setelah dua warga Venezuela disebut menyerang agen ICE menggunakan sekop dan gagang sapu.
Baca juga: Agen ICE Kembali Berulah di Minneapolis, 1 Warga Tewas Ditembak, Kerusuhan Tak Terhindarkan
Namun The Guardian melaporkan rekaman video yang dirilis pada April menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai fakta.
Video memperlihatkan tidak ada serangan menggunakan sekop seperti yang dilaporkan petugas.
Perkelahian yang sebelumnya diklaim berlangsung selama tiga menit ternyata hanya berlangsung sekitar 12 detik.
Bahkan, sosok "orang ketiga" yang disebut ikut menyerang petugas juga tidak terlihat dalam rekaman.
Akibat temuan itu, Departemen Kehakiman AS mencabut seluruh dakwaan terhadap Julio Cesar Sosa-Celis dan Alfredo Alejandro Aljorna yang sebelumnya dituduh menyerang petugas federal.
Dikutip dari CNN, penyelidikan internal kemudian menemukan adanya keterangan palsu yang diberikan agen terkait insiden tersebut.
Direktur ICE saat itu, Todd Lyons, mengakui keseriusan kasus tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ice-as-imigrasi.jpg)