Virus Corona

Presiden Jokowi Akan Ikuti KTT G-20 Virtual, Bahas Penanganan Covid-19

G20 akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) secara virtual (online) pada Kamis (26/3/2020).

Presiden Jokowi Akan Ikuti KTT G-20 Virtual, Bahas Penanganan Covid-19
SURYA/UGIHARTO
Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri resepsi pernikahan Fadil Wirawan dan Patimasang, yang merupakan putri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Sabtu (29/6/2019). Presiden hadir dalam resepsi tersebut langsung dari Jepang usai menghadiri KTT G20. SURYA/SUGIHARTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah pandemik global COVID-19, negara-negara dengan perekonomian terbesar dunia yang tergabung dalam G20 akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) secara virtual (online) pada Kamis (26/3/2020).

Berdasarkan keterangan Kementerian luar negeri (Kemlu RI), Rabu (25/3/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa tersebut guna membahas penanganan COVID-19.

"Pada pertemuan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo akan berdiskusi secara _online _ dengan para pemimpin negara anggota G20 dan organisasi internasional terkait diantaranya PBB, WHO, Bank Dunia dan IMF," dikutip dari siaran pers Kemlu RI.

Baca: Malaysia Umumkan Satu Kematian Baru Akibat Corona, Total 16 Orang Meninggal

KTT ini akan dipimpin oleh Kepala Negara Arab Saudi, Raja Salman sebagai Presidensi G20 tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 2020 pukul 19.00 malam.

Pertemuan G20 kali ini sangat dinanti-nanti dunia guna mendukung stabilitas keuangan dan perekonomian dunia.

Dampak ekonomi dan sosial yang mempengaruhi stok persedian barang (global supply chain) juga akan dibahas pada pertemuan tersebut, selain membahas krisis pandemi.

IMF memperkirakan bahwa dampak COVID-19 berpotensi seburuk krisis ekonomi global pada tahun 2008.

Presiden akan mendorong solidaritas global yang memerlukan aksi bersama dan terkoordinasi, seperti kepentingan untuk kebutuhan akses dan keterjangkauan peralatan kesehatan dan vaksin.

"Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, dukungan pendanaan dalam mekanisme bilateral, regional ataupun multilateral secara global perlu didukung dengan peningkatan kerja sama internasional dalam memerangi COVID-19 dan segala dampak ekonomi dan sosialnya," tertulis di keterangan Kemlu.

Aspek perdagangan internasional dan kerja sama internasional juga menjadi pokok bahasan utama guna menjamin kelancaran arus barang dan jasa, serta penguatan upaya global dalam merespon COVID-19.

Diharapkan para Kepala Negara G20 dapat menghasilkan suatu Pernyataan Bersama terkait COVID-19.

Sebelum diselenggarakannya KTT G20 Luar Biasa Virtual, G20 juga telah melaksanakan pertemuan virtual Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pada 23 Maret 2020, serta pertemuan Sherpa G20 pada 25 Maret 2020.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved