Virus Corona

Tak Lakukan Lockdown, Swedia Punya Cara Sendiri Perangi Corona

Tercatat 110 orang meninggal, demikian berdasarkan data terbaru dari Badan Kesehatan Masyarakat.

AFP/JOSEP LAGO
Ilustrasi: Anggota Unit Darurat Militer (UME) melakukan desinfeksi umum di binatu fasilitas perawatan yang diperpanjang Sant Antoni di Barcelona. Spanyol (27 Maret 2020). Korban tewas di Spanyol melonjak lebih dari 4.800 hari ini setelah 769 orang meninggal dalam 24 jam, dalam angka rekor satu hari untuk kematian, kata pemerintah. Spanyol memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia, dan sejauh ini menderita 4.858 kematian, sementara jumlah kasus melonjak menjadi 64.059. (AFP/Josep LAGO) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, STOCKHOLM--Ketika sebagian besar Eropa memberlakukan lockdown, Swedia malah terlihat mengambil pendekatan yang lebih santai dalam menangani penyebaran virus corona (COVID-19).

Tidak seperti tetangga langsungnya Denmark, Finlandia dan Norwegia, Swedia tidak menutup perbatasan atau sekolah.

Juga tidak menutup unit-unit bisnis, klub malam tetap buka seperti biasanya, tidak seperti Inggris dan Jerman.

Swedia tetap membiarkan masyarakatnya melakukan aktivitas seperti biasanya.

Banyak warga duduk di luar ruangan di ibu kota Swedia, Stockholm. Selain itu banyak juga warga menikmati es krim di Alun-alun Mariatorget.

Di sisi lain, para anak muda duduk di trotoar.

Baca: Legislator PPP Ingatkan Kinerja DPR Tak Boleh Terbengkalai karena Covid-19

Baca: Terapkan Sistem Pysical Distancing, Supermarket Ini Batasi Pengunjungnya

Baca: Gempa 3,7 SR Goyang Poso

Menurut ahli epidemiologi Badan Kesehatan Masyarakat, dan tokoh kunci Swedia dalam menghadapi virus corona, Anders Tegnell, meskipun strategi negaranya dalam mengatasi virus itu berbeda, tapi tujuannya adalah sama.

"Pada dasarnya semua negara Eropa mencoba untuk melakukan hal yang sama. Kami juga sedang berusaha untuk memperlambat penyebaran sebanyak mungkin untuk menjaga kesehatan dan masyarakat bisa tetap bekerja"

"... dan kami telah menunjukkan beberapa metode yang berbeda untuk memperlambat penyebaran virus itu, "katanya kepada CNBC, pada Senin (30/3/2020).

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved