Sabtu, 30 Agustus 2025

Covid-19 Menyebar Semudah Flu, Otoritas Kesehatan AS Sebut karena Banyaknya Kasus Tanpa Gejala

Otoritas AS menyebut sekitar 25 persen orang mungkin terinfeksi Covid-19 tanpa gejala, dan inilah yang membuat virus corona mudah menyebar

Editor: haerahr
Hector RETAMAL / AFP
ILUSTRASI - Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 mengontrol titik akses ke pemakaman Biandanshan di Wuhan di provinsi Hubei pusat Cina pada 31 Maret 2020. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebut sekitar 25 persen orang yang terinfeksi virus corona baru, mungkin tidak menunjukkan gejala.

Jumlah yang banyak itu mempersulit upaya memprediksi dan penyusunan strategi untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari The New York Times, tingginya kasus tanpa gejala membuat CDC mempertimbangkan untuk memperluas pedoman mengenai siapa orang yang harus mengenakan masker.

"Ini membantu menjelaskan seberapa cepat virus ini terus menyebar di seluruh negeri," kata direktur Dr Robert Redfield, kepada National Public Radio dalam sebuah wawancara pada Selasa (31/3/2020) waktu setempat.

ILUSTRASI - Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. (Bloomberg via SCMP)
ILUSTRASI - Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. (Bloomberg via SCMP) (Bloomberg via SCMP)

Baca: Aktor Star Wars Andrew Jack Meninggal Dunia 2 Hari Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Baca: Ikuti Langkah Barcelona, Real Madrid akan Pangkas Gaji Pemain Selama Pandemi Corona

Badan tersebut telah berulang kali mengatakan, bahwa warga biasa tidak perlu memakai masker kecuali mereka merasa sakit.

Tetapi dengan data baru tentang orang yang mungkin terinfeksi tanpa pernah merasa sakit, atau yang menularkan virus beberapa hari sebelum merasa sakit, Redfield mengatakan pedoman seperti itu "sedang ditinjau ulang secara kritis."

Para peneliti tidak tahu persis berapa banyak orang yang terinfeksi tanpa merasa sakit, serta yang menunjukkan gejala ringan saja.

Tetapi sejak coronavirus baru muncul pada bulan Desember, mereka telah melihat fakta, orang-orang yang tampaknya sehat tanpa disadari bisa menjadi penyebar atau carrier.

"Pasien Z", misalnya, seorang pria berusia 26 tahun di Guangdong, China, melakukan kontak dekat seorang pelancong Wuhan yang terinfeksi virus corona pada bulan Februari.

Meski pada awalnya ia tidak merasakan masalah kesehatan, belum tentu pada hari ke-7 setelah kontak, atau pada hari ke-10.

Katakanlah pada hari ke-7, virus telah menyebar di hidung dan tenggorokannya.

Pasien Z mungkin tetap merasa baik-baik saja, tetapi ia jelas terinfeksi.

BACA SELENGKAPNYA -->

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan