Virus Corona
2 Dokter Prancis Dikritik Setelah Menyarankan Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Masyarakat Afrika
Dua dokter Prancis terkemuka dituduh rasisme karena menyarankan vaksin virus corona (Covid-19) pertama-tama harus diuji pada orang-orang di Afrika.
TRIBUNNEWS.COM – Dua dokter Prancis terkemuka dituduh rasisme karena menyarankan vaksin virus corona (Covid-19) pertama-tama harus diuji pada orang-orang di Afrika.
Dilansir oleh Aljazeera pada Minggu (5/4/2020), komentar tersebut dilontarkan pada sebuah acara diskusi yang disiarkan di saluran televisi Prancis, LCI, pada Rabu.
Baca: Rapper Kisum Harus Jalani Tes Corona karena Sempat Berada di Ruangan yang Sama dengan EVERGLOW
Baca: Wakil Jaksa Agung Torehkan Kenangan Tak Terlupakan
Diskusi tersebut membahas tentang uji coba vaksin virus corona yang akan diluncurkan di Eropa dan Australia untuk melihat apakah vaksin TBC BCG bisa digunakan untuk mengobati virus tersebut.
Dalam segmen yang disiarkan di saluran TV Prancis LCI, Jean-Paul Mira dan Camille Locht mengemukakan gagasan untuk menguji vaksin baru pada populasi Afrika yang miskin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-ilustrasi-corona-ilustrasi-covid-19-1.jpg)