Virus Corona

Banyak Karyawan di-PHK Terdampak Covid-19, Pengacara di Jepang Sediakan Konsultasi Gratis

Pengacara untuk konsultasi gratis tentang masalah perburuhan kini mulai menjamur di berbagai tempat di Jepang.

Foto NHK
Ruang pengacara ketenagakerjaan Jepang menerima telepon konsultasi hingga Minggu (5/4/2020) jam 17.00. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pengacara untuk konsultasi gratis tentang masalah perburuhan kini mulai menjamur di berbagai tempat di Jepang setelah menyebarnya wabah virus corona yang mengakibatkan penangguhan perekrutan hingga PHK karyawan.

"Pengacara Ketenagakerjaan Jepang akan memberikan konsultasi telepon ini di 23 prefektur secara nasional pada tanggal 5 April ini, dan konsultasi telah dimulai di kantor Tokyo sejak pukul 10.00 pagi hingga jam 5 sore," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (5/4/2020).

Seorang wanita yang telah menerima tawaran pekerjaan dari klinik gigi menerima konsultasi yang mengatakan bahwa tawaran kerjanya dibatalkan tiga hari sebelumnya karena kinerja perusahaan yang memburuk akibat penyebaran infeksi.

Baca: Kisah Kajari Bantul Sembuh dari Covid-19 Setelah Dirawat 20 Hari: Saya Tak Tau di Mana Saya Terpapar

"Hal itu dapat diklaim tidak valid," kata sumber Tribunnews.

Seorang karyawan sementara yang bekerja di call center juga menerima konsultasi.

"Ketika saya ingin bekerja dari rumah karena tempat kerja penuh sesak, perusahaan pengiriman mengatakan kepada saya bahwa saya akan dipecat jika ini masalahnya," kata dia menyampaikan keluhannya.

Karyawan baru (kiri) pakai sarung tangan menerima sertifikat penerimaan sebagai karyawan tetap Aqurahome Co.Ltd perusahaan properti Jepang dan sertifikat tersebut ditaruh CEO yang juga pakai sarung tangan ke robot dan dibawa robot ke karyawan baru.
Karyawan baru (kiri) pakai sarung tangan menerima sertifikat penerimaan sebagai karyawan tetap Aqurahome Co.Ltd perusahaan properti Jepang dan sertifikat tersebut ditaruh CEO yang juga pakai sarung tangan ke robot dan dibawa robot ke karyawan baru. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Natsume Ichiro seorang Jaksa Buruh Jepang mengatakan, "Ini kemungkinan akan menjadi krisis yang lebih ekonomis daripada masalah Lehman Shock di masa lalu dan gempa besar Jepang Timur, dan ada kekhawatiran bahwa lebih banyak orang akan terputus kehidupannya di masa depan. Silakan berkonsultasi dengan spesialis hukum perburuhan untuk memastikan bahwa itu legal."

Baca: Sambil Teriak, Nikita Mirzani Ngamuk Banyak Orang Minta Sumbangan: Gak Punya Uang Jangan Minta Saya

Baca: Kehidupan Keluarga Adem Ayem, Raffi Ahmad Malah Menjawab Ini Saat Ditanya Soal Botol di Kulkas

Penerimaan konsultasi telepon berbeda-beda tergantung pada area, tetapi di Tokyo dilakukan sampai jam 17.00, dan nomor telepon adalah 03-3251-5363 (Tokyo).

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved