Breaking News:

Virus Corona

Salah Mengumumkan Jumlah Pasien Terinfeksi Corona, Gubernur Aichi Jepang Minta Maaf

Kemarin seharusnya Omura mengumumkan jumlah pasien yang tak terinfeksi corona berjumlah 24 orang. Namun sebaliknya dia mengatakan 24 orang terinfeksi.

NHK
Gubernur Perfektur Aichi Jepang Hideaki Omura. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gubernur Perfektur Aichi Jepang, Hideaki Omura meminta maaf kepada masyarakat lantaran telah salah menyebut data pasien yang terinfeksi covid-19.

Kemarin seharusnya Gubernur Hideaki Omura mengumumkan jumlah pasien yang tak terinfeksi corona berjumlah 24 orang. Namun sebaliknya dia mengatakan 24 orang terinfeksi covid-19.

"Kemarin kami mengumumkan 24 dari 28 orang terinfeksi dan satu meninggal dunia. Ternyata yang 24 orang tidak terinfeksi. Saya minta maaf sedalamnya dan berusaha agar tak terulang kembali kejadian seperti ini," kata Gubernur Hideaki Omura, Senin (13/4/2020).

Gubernur juga akan meningkatkan jumlah orang yang terlibat dalam pengujian untuk mencegah terulangnya kembali kesalahan seperti itu.

Hotel kardus di Bandara Narita Jepang
Hotel kardus di Bandara Narita Jepang (Instagram @kazuki01282000)

Data terkumpul 11 April malam baru diumumkan 12 April bahwa 28 orang tambahan infeksi beserta satu meninggal dunia.

"Saya memiliki masalah yang sangat besar ini dan untuk itu saya ingin meminta maaf kepada warga prefektur," kata dia.

Di sisi lain, Gubernur Omura membuat "Deklarasi Darurat" sendiri pada tanggal 10 April, dan kemudian memonitornya pada hari Sabtu dan Minggu pertama.

Baca: Usut Kelompok Anarko Pelaku Vandalisme Provokasi di Tangerang, Polri Dalami Grup WA dan Telegram

"Saya mengerti warga perfektur dan jumlah orang telah menurun secara signifikan," ujarnya.

Selain meminta warga perfektur untuk menahan diri dari ke luar rumah dan bergerak tidak perlu serta jangan berdesakan, sesuai dengan kebijakan pemerintah, mereka juga didesak untuk menahan diri untuk tidak pergi ke restoran dan hadir di pusat kota pada malam hari.

Selain itu, Gubernur Omura menyatakan bahwa di Perfektur Aichi, bersama dengan tujuh prefektur yang tunduk pada "Deklarasi Darurat" berdasarkan undang-undang meminta beberapa perusahaan untuk mengambil cuti atau mempertimbangkan untuk mengambil cuti.

Daerah Arima Onsen Perfektur Hyogo, Jepang.
Daerah Arima Onsen Perfektur Hyogo, Jepang. (Foto Amanaimages)

Gubernur Omura mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan dan mempersiapkan sasaran industri, tetapi dia akan memutuskan setelah mengetahui pula pengajuan permintaan dan melihat tanggapan dari pemerintah daerah lainnya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved