Selasa, 2 Juni 2026

Virus Corona

Gereja Katolik Warisan Dunia di Nagasaki Jepang Ditutup Hingga 7 Mei 2020

Salah satu aset utama Warisan Budaya Dunia, Gereja Katolik Oura mulai ditutup sampai dengan 7 Mei 2020 untuk mencegah virus korona baru.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Foto NHK
Gereja Katolik Oura di Nagasaki, warisan budaya dunia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gereja katolik di Nagasaki, Oura, yang juga warisan dunia terpaksa harus ditutup mulai hari ini, Sabtu (18/4/2020) sebagai bagian dari antisipasi penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Jumat (17/4/2020), Perdana Menteri Jepang mendeklarasikan semua tempat di Jepang di bawah Deklarasi Darurat Nasional.

"Ada beberapa turis di tempat wisata kami, Gereja Katolik Oura di Kota Nagasaki, dan sebagian besar toko suvenir di dekatnya ditutup, akhirnya pulang juga. Kasihan mereka. Karena kami harus tutup sesuai Deklarasi Darurat Nasional," ungkap seorang pengurus gereja itu kepada Tribunnews.com, Sabtu (18/4/2020).

Baca: Di Rumah Saja, Kegiatan Mewarnai Bersama Si Kecil Memberikan Banyak Manfaat Psikologi

Salah satu aset utama Warisan Budaya Dunia, "Warisan terkait Kristen yang tersembunyi di Nagasaki dan Amakusa," Gereja Katolik Oura mulai ditutup sampai dengan 7 Mei 2020 untuk mencegah virus korona baru.

Sebagian besar toko suvenir di lereng yang mengarah ke Gereja Katolik Oura juga ditutup sehingga daerah itu menjadi sepi saat ini.

Perfektur Nagasaki saat ini tidak meminta cuti untuk fasilitas tertentu, tetapi telah meminta seluruh warga untuk menahan diri untuk tidak ke luar apabila tidak perlu dan mendesak.

Data per Rabu (15/4/2020) pergerakan orang di 7 Kota terkena Deklarasi Darurat Nasional, dibandingkan sebelum Covid-19 meluas. Data tertinggi hanya Umeda Osaka yang mencapai 70,5 persen warganya berdiam diri di rumah. Padahal target 80 persen dari PM Jepang Shinzo Abe.
Data per Rabu (15/4/2020) pergerakan orang di 7 Kota terkena Deklarasi Darurat Nasional, dibandingkan sebelum Covid-19 meluas. Data tertinggi hanya Umeda Osaka yang mencapai 70,5 persen warganya berdiam diri di rumah. Padahal target 80 persen dari PM Jepang Shinzo Abe. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sementara itu, di distrik perbelanjaan di pusat Kota Nagasaki, beberapa orang ke luar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

"Saya pikir kita harus berhati-hati untuk belanja yang diperlukan di saat ada sedikit orang. Dengan perluasan deklarasi darurat, ada toko yang ditutup di kota. Saya memiliki perasaan bahwa ini adalah situasi yang serius," kata seorang wanita berusia 40-an yang tinggal di Nagasaki.

Baca: Mengenang Glenn Fredly, Andien: Terima Kasih Telah Mengajarkan Kami Berkarya dengan Hati

Sampai dengan kemarin tengah malam tercatat 17 orang terinfeksi di Perfektur Nagasaki.

Dengan deklarasi darurat diberlakukan di semua tempat di Jepang saat ini, semua lokasi wisata yang biasa dikunjungi banyak orang ditutup sementara hingga 7 Mei mendatang.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved