Konflik Palestina Vs Israel
Serangan Israel ke Lebanon Picu Kecaman Global, Qatar hingga Jerman Angkat Suara
Israel memperluas serangan hingga jauh ke Lebanon. Qatar, Jerman, dan Inggris mengecam keras serta memperingatkan risiko krisis dan perang lebih luas.
Ringkasan Berita:
- Qatar, Jerman, dan Inggris mengkritik keras perluasan operasi militer Israel di Lebanon selatan. Menilai langkah tersebut sebagai "eskalasi berbahaya" dan pelanggaran hukum humaniter internasional.
- Publik hawatir konflik yang semakin meluas akan memicu gelombang pengungsi baru, memperparah kerusakan infrastruktur.
- Meski mendapat tekanan internasional, Israel tetap memperluas operasi militernya.Pemerintah Israel menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk menghancurkan kemampuan tempur Hizbullah
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang kritik terhadap Israel semakin menguat setelah militer negara tersebut memperluas operasi darat ke wilayah Lebanon selatan dalam upaya menghadapi kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Sejumlah negara, menyampaikan kekhawatiran mendalam atas eskalasi militer yang dinilai memperburuk situasi keamanan di kawasan, memicu krisis kemanusiaan baru, serta mengancam upaya diplomasi yang selama ini diupayakan untuk meredakan konflik.
Pemerintah Qatar menjadi salah satu negara yang paling keras mengkritik langkah Israel tersebut.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar, Doha mengutuk serangan militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon, termasuk operasi darat yang kini bergerak semakin jauh ke wilayah selatan negara itu.
Qatar menilai perluasan operasi tersebut merupakan "eskalasi berbahaya" yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Qatar juga menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional karena serangan yang dilakukan dinilai telah berdampak pada warga sipil dan infrastruktur penting di Lebanon.
Menurut Doha, kedaulatan Lebanon harus dihormati dan seluruh pihak wajib mematuhi aturan hukum internasional yang berlaku dalam konflik bersenjata.
Pemerintah Qatar juga mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan eskalasi militer dan mendorong semua pihak kembali ke jalur diplomasi.
Qatar menyerukan adanya akuntabilitas atas setiap tindakan yang menyebabkan korban sipil serta meminta penghentian segera operasi militer yang sedang berlangsung.
Jerman Khawatir Konflik Picu Gelombang Pengungsi Baru
Kekhawatiran serupa juga datang dari Jerman. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menilai perluasan operasi darat Israel ke wilayah Lebanon yang lebih dalam merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Menurutnya, situasi keamanan di Lebanon saat ini sudah berada dalam kondisi rapuh dan setiap eskalasi tambahan berpotensi memperburuk keadaan.
Ia memperingatkan bahwa konflik yang terus meluas dapat memicu gelombang pengungsian baru di Lebanon, yang selama beberapa bulan terakhir telah mengalami tekanan kemanusiaan akibat perang.
Baca juga: Perluas Manuver, Netanyahu Perintahkan Israel Bergerak Lebih Jauh ke Lebanon untuk Serang Hizbullah
Pemerintah Jerman menilai stabilitas kawasan harus menjadi prioritas dan seluruh pihak perlu menghindari langkah-langkah yang dapat memperbesar risiko konflik regional.
Pernyataan Berlin menunjukkan meningkatnya perhatian negara-negara Eropa terhadap perkembangan situasi di Lebanon yang dikhawatirkan berdampak luas terhadap keamanan kawasan Mediterania dan Timur Tengah.
Inggris Soroti Dampak terhadap Warga Sipil
Sementara itu, pemerintah Inggris juga menyampaikan kritik terhadap operasi militer Israel.