Virus Corona

Pemerintah Jepang Kirim Pesan Darurat Via Email di Ponsel, Cegah Warga ke Luar Rumah

Seorang WNI yang berkendara dengan mobil dari Tokyo menuju Saitama, Jumat (1/5/2020) mendapat email atau pesan peringatan tersebut.

Foto Joni Firdaus
Pesan mengingatkan dari Pemda Tokyo, Jumat (1/5/2020) diterima seorang warga Indonesia yang ada di Jepang karena ke luar rumah menggunakan mobil. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mulai Jumat (1/5/2020) kemarin pemerintah Jepang menyampaikan pesan darurat ke semua pemilik ponsel yang ada di Jepang untuk disiplin menjalankan peraturan pemerintah di masa darurat nasional dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona.

Berikut isi pesan tersebut:

"Dari pemda Tokyo mengingatkan masa darurat nasional masih berlaku hingga 6 Mei. Lindungi kehidupanmu, Stay Home. Saat ini merumahkan diri diberlakukan janganlah ke luar, perhatikan tiga hal, jauhkan ketertutupan, jauhkan banyak orang dan jaga jarak satu sama lain. Terkait subsidi hati-hati terhadap adanya penipuan. Supaya masa ini bisa cepat berakhir, dimohonkan kerja sama kita semua."

Pesan darurat lewat email tiap provider ponsel tidak dikenakan biaya apa pun.

Sebuah stasiun JR Tsukuba Express yang tampak kosong, Sabtu (2/5/2020) jam 11 siang di tengah masa Golden Week di Jepang (sejak 29 April - 10 Mei 2020).
Sebuah stasiun JR Tsukuba Express yang tampak kosong, Sabtu (2/5/2020) jam 11 siang di tengah masa Golden Week di Jepang (sejak 29 April - 10 Mei 2020). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Tidak seperti pesan biasa di Jepang di mana si penerima juga harus membayar jumlah karakter isi pesan yang diterimanya.

"Surat buletin darurat", juga disebut surat daerah, adalah layanan yang memberi tahu pengguna di daerah target sekaligus tentang peringatan cuaca dan informasi evakuasi yang dikeluarkan oleh pemerintah nasional atau lokal jika terjadi bencana.

Hingga kini, informasi tentang bencana alam dan rudal balistik menjadi sasaran, tetapi perusahaan telepon seluler memutuskan untuk menambahkan permintaan untuk menahan diri (keadaan darurat) yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah berdasarkan undang-undang karena penyebaran infeksi virus coronavirus baru.

Baca: 3 Cerita WNA Berulah di Tengah Pandemi Covid-19, Mengaku Tak Takut Corona hingga Ajak Anak Mengamen

NTT Docomo, KDDI, SoftBank, dan Rakuten telah memulainya sejak Jumat (1/5/2020) kemarin.

Tidak ada biaya untuk menerima email, dan itu dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk memanggil agar tidak ke luar atau untuk memberi tahu perpanjangan periode.

Seorang WNI yang berkendara dengan mobil dari Tokyo menuju Saitama, Jumat (1/5/2020) mendapat email atau pesan peringatan tersebut.

Perpindahan wilayah juga diminta dengan sangat oleh PM Jepang untuk tidak berpindah wilayah dan mengharapkan di rumah saja, kecuali ke rumah sakit atau belanja kebutuhan makanan minuman sehari-hari.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved