Virus Corona

Deklarasi Darurat Nasional Jepang Diperpanjang Hingga 31 Mei 2020

Rincian mengenai perpanjangan darurat akan dijelaskan Senin malam setelah berkonsultasi dengan komite ahli penasihat penanggulangan pandemi Covid-19.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat jumpa pers, Jumat (18/4/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memutuskan untuk memperpanjang Deklarasi Darurat Nasional sampai dengan 31 Mei 2020.

Namun rinciannya baru akan dijelaskan Senin (4/5/2020) malam setelah berkonsultasi dengan komite ahli penasihat penanggulangan pandemi Covid-19.

"Mengenai Deklarasi Situasi Darurat Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang hingga 31 Mei 2020," kata PM Shinzo Abe kemarin malam.

PM Abe juga mengakui jumlah infeksi baru sedang menurun namun sistem layanan medis tetap parah.

Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima.
Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima. (Foto Tokushima Shimbun)

Perdana Menteri Abe bertemu dengan Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Kato dan Menteri Revitalisasi Ekonomi Nishimura di Kantor Perdana Menteri selama kurang lebih satu jam dari jam 4 sore waktu Jepang, Minggu (3/5/2020).

PM Abe menerima laporan tentang situasi infeksi domestik dan bertukar pendapat dengan para menteri.

"Dengan memperpanjang batas waktu perpanjangan hingga 31 Mei, akhir bulan ini, kami akan menetapkan kebijakan setelah konsultasi dengan "Komite Penasihat" yang terdiri dari spesialis penyakit menular.

Baca: Update Corona Global 4 Mei 2020: Lonjakan Kasus Baru di Meksiko, Kasus Aktif di China Tersisa 481

Selain itu, pemerintah memiliki kebijakan untuk mengubah "kebijakan penanggulangan dasar" sejalan dengan perpanjangan deklarasi, dan perlu untuk mempromosikan upaya yang lebih terfokus.

"Prefektur peringatan spesifik akan menuntut pembatasan yang sama seperti sebelumnya. Adapun prefektur lain, kami menyesuaikan diri untuk relaksasi beberapa pembatasan pada penerapan premis sehingga memunculkan gaya hidup baru," jelasnya.

Sebanyak 2,5 ton sayur-sayuran dibuang di salah satu lokasi pertanian di Jepang.
Sebanyak 2,5 ton sayur-sayuran dibuang di salah satu lokasi pertanian di Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Pemerintah bermaksud untuk secara resmi menentukan perpanjangan dengan membuka markas penanggulangan di malam hari setelah mendengar pendapat komite penasehat pada tanggal 4 Mei ini.

Perdana Menteri Abe akan mengadakan konferensi pers sore atau malam ini, menjelaskan alasan-alasan perpanjangan, dan meminta banyak orang untuk bekerja sama kembali.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved