Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Dapat Ancaman dari Trump, Presiden Iran: Kok Merasa Berhak Putuskan Masa Depan Dunia?

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyentil campur tangan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump memberi ancaman baru.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kembali mendapatkan ancaman dari Presiden AS Donald Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan sentilan.
  • Pezeshkian mempertanyakan kapasitas AS yang seolah-olah merasa memiliki hak untuk mengatur urusan dalam negeri negara lain.
  • Dirinya menekankan bahwa tindakan militer yang diambil Iran selama ini murni merupakan bentuk pertahanan diri yang sah.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyentil campur tangan Amerika Serikat (AS), terutama terkait program nuklir Iran.

Sentilan itu diutarakan Pezeshkian setelah muncul ancaman baru dari Presiden AS, Donald Trump.

Dalam ancamannya, Trump menegaskan tidak akan segan-segan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

"Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal. Saya harap mereka menerimanya."

"Jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Tidak ada lagi kata baik!" tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Menanggapi ancaman itu, Pezeshkian mempertanyakan kapasitas AS yang seolah-olah merasa memiliki hak untuk mengatur urusan dalam negeri negara lain.

"Siapa sebenarnya Amerika Serikat hingga merasa berhak memutuskan masa depan dunia?" cetusnya sebagaimana dikutip dari WANA News Agency.

Soal perang, Pezeshkian menekankan bahwa tindakan militer yang diambil Iran selama ini murni merupakan bentuk pertahanan diri yang sah.

Ia juga melontarkan kritik pedas terhadap negara-negara Barat yang dianggapnya berupaya meruntuhkan peradaban Iran.

"Pihak Barat ingin menghancurkan peradaban kita dan membawa kita kembali ke 'Zaman Batu'. Namun, mereka harus tahu bahwa Iran tidak pernah memulai konflik."

"Kami tidak menyerang negara manapun, kami hanya membela hak nasional kami," ungkap Pezeshkian.

Baca juga: Timur Tengah Memanas Lagi, Trump Ancam Ratakan Iran bila Selat Hormuz Masih Diblokir

Dalam kesempatan itu, Pezeshkian juga memuji kesiapan Angkatan Bersenjata Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan milisi Basij.

Menurutnya, kemampuan militer Iran saat ini telah melampaui prediksi para analis internasional dan menjadi garda terdepan dalam merespons ancaman luar.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para atlet dan tokoh publik, untuk merapatkan barisan.

Pezeshkian menekankan pentingnya persatuan nasional dan identitas bangsa sebagai senjata utama melawan tekanan asing.

Negosiasi Damai Tetap Digelar

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved