Virus Corona

Grafik Terpapar Covid-19 di Jepang Menurun, Dr Takeshi Terashima Ingatkan Ancaman Penyakit Menular

Disaat kita lengah dan menduga pandemi sudah berkurang justru penyakit menular mengancam dan bisa menimbulkan penyebaran yang jauh lebih luas lagi.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Grafik penderita baru terinfeksi virus corona di Jepang hingga Senin (4/5/2020) bertambah 176 orang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penurunan grafik korban terinfeksi virus corona yang terjadi di Jepang harus menjadi perhatian bagi semua pihak agar tidak terulang lagi.

"Melihat kenyataan yang ada di beberapa negara yang terkena pandemi corona, justru grafik penurunan penderita corona yang baru saat ini di Jepang kita harus semakin hati-hati mengantisipasinya," ungkap Dr Takeshi Terashima, ahli penyakit menular dari Universitas Kedokteran Gigi Tokyo, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, disaat kita lengah dan menduga pandemi sudah berkurang justru penyakit menular mengancam dan bisa menimbulkan penyebaran yang jauh lebih luas lagi.

"Kita menghadapi penyakit yang akan memakan waktu lama sekali, jadi kita harus bersiap selalu untuk waktu lama, jangan sampai lengah sedikit pun," kata dia.

Oleh karena itu anjuran Smart Life atau Gaya Hidup Baru yang didengungkan Menteri Nishimura menurutnya harus diikuti semua warga di Jepang.

Daerah Pertokoan Tradisional di Kansai Jepang Sepi
Daerah pertokoan tradisional yang selalu ramai dikunjungi di Kansai Jepang menjadi kosong dan tutup semua, Senin (4/5/2020).

"Karakter virus corona agak lain dan kita harus siap untuk jangka panjang memeranginya. Itu sebabnya kita jangan sampai terlena oleh angka penyebaran yang rendah, justru di sanalah akan muncul penyebaran lebih luas lagi nantinya, seperti terjadi di Selandia Baru atau di Jerman dan beberapa negara lainnya," jelasnya.

"Tentu saja semua itu sambil menunggu vaksin anti corona yang masih dinantikan banyak orang dan untuk menciptakannya memerlukan waktu yang panjang," katanya.

Baca: Habiburokhman Curiga Ada Keterkaitan Najwa Shihab dengan Mitra Kartu Prakerja: Kami Akan Cek

Baca: Gofar Hilman Sebut Didi Kempot Selalu Anggap Dirinya Penyanyi Udik

Sementara itu banyak toko tutup dan jalanan kosong di banyak tempat terutama 23 lokasi yang disurvei KDDI baru-baru ini, rata-rata 90 persen berada di rumah sehingga daerah tersebut tampak sepi.

Lokasi yang sepi itu adalah obyek turis seperti Kuil Ise Jingu di Prefektur Mie, yang tercatat 94,8 persen berdiam di rumah, tingkat pengurangan melebihi 90 persen.

Lalu 87,8 persen di sekitar Jembatan Akashi Kaikyo di Pulau Awaji di Prefektur Hyogo, 86,8 persen di sekitar Taman Meriken di Prefektur Hyogo, dan 85,1 persen di sekitar Bay Teluk Hamanakouchiura di Prefektur Shizuoka maupun Kuil Nikko Toshogu.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved