Sumbangan Buat Orangutan Indonesia–Jepang di Kebun Binatang Tobe Tembus Target Donasi Rp1,1 Miliar
Melalui kerja sama internasional ini, kedua kebun binatang berharap dapat meningkatkan keberhasilan program pengembangbiakan orangutan
Ringkasan Berita:
- Proyek konservasi orangutan Kalimantan antara Tobe Zoological Park Jepang dan kebun binatang Indonesia berhasil mengumpulkan dana lebih dari 10 juta yen melalui crowdfunding
- Dana itu akan digunakan untuk meningkatkan lingkungan hidup orangutan, termasuk pemasangan pendingin ruangan, alat medis, dan kamera monitoring
- Orangutan betina Jennifer dari Indonesia dipersiapkan menjadi pasangan Hayato dalam program pengembangbiakan guna mendukung pelestarian spesies langka tersebut
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Proyek konservasi internasional orangutan Kalimantan yang dijalankan bersama antara Tobe Zoological Park dan kebun binatang di Indonesia berhasil mencapai target penggalangan dana sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp1,1 miliar.
Program bertajuk “International Collaborative Breeding Support Project” tersebut dibuat untuk mendukung pelestarian orangutan Kalimantan yang kini terancam punah.
Jennifer Datang dari Indonesia
Orangutan betina bernama Jennifer datang dari kebun binatang Indonesia pada Desember tahun lalu sebagai pasangan bagi orangutan jantan bernama Hayato.
Melalui kerja sama internasional ini, kedua kebun binatang berharap dapat meningkatkan keberhasilan program pengembangbiakan orangutan Kalimantan.
Pada 16 April lalu, pihak kebun binatang memulai crowdfunding dengan target 10 juta yen untuk memperluas dukungan terhadap kegiatan konservasi tersebut.
Baca juga: Orangutan Kalimantan Jadi Sorotan di Jepang, Donasi Tembus Rp100 Juta per Hari
Hingga pukul 17.00 tanggal 13 Mei 2026, dana yang terkumpul telah mencapai lebih dari 10,17 juta yen.
Dana Digunakan untuk Perbaikan Lingkungan Hidup Orangutan
Direktur kebun binatang, Ikeda, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat.
“Kami benar-benar berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Banyak yang mengatakan ingin melihat anak dari Jennifer dan Hayato serta berharap mereka bisa dipelihara dalam kondisi yang lebih sehat,” ujarnya.
Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk: pemasangan pendingin ruangan agar lingkungan lebih mendekati habitat asli Indonesia,
pembelian alat medis pemeriksaan darah untuk memantau tingkat stres dan pemasangan kamera monitoring.
Kaisar dan Permaisuri Jepang Dijadwalkan Berkunjung
Pada 17 Mei mendatang, Kaisar dan Permaisuri Jepang dijadwalkan mengunjungi kebun binatang Tobe bersamaan dengan kegiatan Festival Penanaman Pohon Nasional Jepang.
Sementara itu, Jennifer yang saat ini belum diperlihatkan kepada publik direncanakan mulai dapat dilihat pengunjung umum pada 19 Mei.
Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura, mengatakan pemerintah prefektur berencana menetapkan target kedua dalam crowdfunding tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/oujepang11111.jpg)