Virus Corona

Toko-toko di Jepang Perlahan-lahan Mulai Buka Kembali Kamis Ini

Namun PM Jepang memberikan sinyal hijau kemungkinan mengubah jangka waktu itu saat diumumkan 14 Mei mendatang.

Richard Susilo
34 perfektur di Jepang kebanyakan buka mulai hari ini (7/5/2020) dan besok serta 31 Mei 2020 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masa deklarasi darurat nasional Jepang memang diperpanjang sampai 31 Mei 2020.

Namun PM Jepang memberikan sinyal hijau kemungkinan mengubah jangka waktu itu saat diumumkan 14 Mei mendatang.

"Namun untuk 34 perfektur silakan sesuaikan dengan situasi kondisi masing-masing yang berbeda satu sama lain," ungkap PM Jepang Shinzo Abe Senin (4/5/2020) lalu.

Oleh karena itu banyak toko di Jepang khususnya di 34 perfektur yang ada di Jepang (lihat gambar) yang berencana buka kembali pada hari ini dan besok (8/5/2020).

Warna biru (7/5/2020) dan warna hijau buka (8/5/2020) di banyak perfektur di Jepang.

Demikian perfektur Shiga tetangga Kyoto membuka hari ini dan besok bahkan menekankan dengan logo barunya Stay Hometown, bukan lagi Stay Home.

Sedangkan perfektur warna merah termasuk Tokyo dan Osaka masuk ke dalam kelompok khusus dari 13 perfektur yang terbanyak pasien Covid-19 nya sehingga mendapat perhatian penuh PM Jepang.

"Apabila nanti komite para ahli sebelum 14 Mei menilai tidak apa-apa, maka mungkin 14 Mei dapat diturunkan levelnya dan deklarasi darurat dicopot," tambah PM Abe.

Namun yang terpenting lagi, tambahnya, bukan hanya mencopot deklarasi tetapi bagaimana selanjutnya.

"Kitra perlu menyiapkan alasan mengapa dilanjutkan atau mengapa deklarasi dicopot nantinya. Kalau pun deklarasi dicopot bagaimana tindak lanjutnya untuk membenahi pereonomian lebih lanjut. Jadi banyak sekali yang harus dipersiapkan sejak dini," tekan PM Abe lagi.

Melihat jumlah orang yang merumahkan diri selama masa liburan jangka panjang sampai dengan kemarin, rata-rata persentase memang mencapai 80%.

Meskipun demikian banyak toko dan fasilita sumum lain seperti museum dan perpustakaan yang menyiapkan langkah-langkah membuka diri dengan memasang stiker antrian berjarah 2 meter, pemasangan tirai plastik transparan antara petugas loket dan tamu, disinfektan, sarung tangan, masker dan sebagainya, sebagai upaya berjaga-jaga menjauhkan faktor "3 kepadatan" yaitu padat manusia, berada dalam satu atap tertutup, serta menjaga jarak pembicaraan termasuk menggunakan masker tak lupa selalu mencuci tangan.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved