Breaking News:

Virus Corona

Lonjakan Kasus Infeksi Covid-19 di Seoul Didominasi Pengunjung Klub Malam

Pemerintah Korea Selatan pada Senin (11/5/2020) lalu bergegas melacak infeksi Covid-19 yang berkaitan dengan klub malam di Seoul.

The Circle NYC
Ilustrasi Klub Malam 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Korea Selatan pada Senin (11/5/2020) lalu bergegas melacak infeksi Covid-19 yang berkaitan dengan klub malam di Seoul.

Sebelumnya, Korea Selatan dipuji dunia karena tindakannya yang cepat dan efektif terhadap pandemi.

Alhasil langkah semacam ini secara signifikan mengurangi tingkat infeksi baru dalam beberapa minggu terakhir.

Sayangnya, sejumlah orang yang kurang peduli dengan risiko penularan membuahkan gelombang kedua wabah di negara ini.

Otoritas terkait mengumumkan ada 35 kasus terkait klub malam pada Minggu (10/5/2020) lalu, sebagaimana dilaporkan Reuters

Jumlah infeksi baru terbanyak setelah sebulan berjalan stabil.

Baca: KBRI Seoul Minta WNI Pengunjung Klub di Itaewon Lakukan Tes Corona

Baca: Korea Selatan Mendeteksi Kluster Baru Covid-19, 2 Hari setelah Fasilitas Publik Kembali Normal

Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes virus corona di sebuah bilik pengujian di luar RS Yangji, Seoul, Selasa (17/3/2020). Sebuah rumah sakit di Korea Selatan telah memperkenalkan
Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes virus corona di sebuah bilik pengujian di luar RS Yangji, Seoul, Selasa (17/3/2020). Sebuah rumah sakit di Korea Selatan telah memperkenalkan "bilik telepon" - fasilitas pengujian coronavirus agar staf medis tidak perlu menyentuh pasien secara langsung dan mengurangi waktu disinfeksi. (AFP/Ed JONES)

Sebanyak 29 di antaranya, berkaitan dengan beberapa klub malam dan bar.

Dikutip dari laporan CNN pada Selasa (12/5/2020), ada lebih dari 100 kasus infeksi yang dikaitkan dengan tempat hiburan malam di ibukota ini. 

Fakta banyaknya kasus berasal dari komunitas minoritas itu lantas menimbulkan guncangan pada pemerintah.

Sebab mereka harus berusaha melacak para anggota komunitas tersebut, sedangkan Korea masih menganggap tabu hal-hal seperti itu.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved