Virus Corona

Peraih Nobel Jepang Komentari Olimpiade 2021 Dimungkinkan Bila Vaksin Tersedia

Yamanaka mengingatkan, Olimpiade menghadapi banyak sekali bangsa dan negara yang akan datang ke Jepang.

Richard Susilo
Prof. Shinya Yamanaka (57) peraih nobel kedokteran tahun 2012. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Peraih Nobel kedokteran tahun 2012, Prof. Shinya Yamanaka (57) melihat kemungkinan Olimpiade 2021 Juli-Agustus 2021 bisa dilaksanakan apabila vaksin anti virus Corona memang telah ditemukan.

"Apabila vaksin tersebut telah ditemukan dan bisa digunakan, maka Olimpiade 2021 mungkin saja dilaksanakan tahun depan," paparnya dalam acara di TV TBS Rabu ini (13/5/2020).

Meskipun demikian Yamanaka mengingatkan, Olimpiade menghadapi banyak sekali bangsa dan negara yang akan datang ke Jepang.

"Persediaan obat dan vaksin harus sangat banyak dan apakah memang bisa dilakukan dalam kurun waktu terbatas itu nanti. Oleh karena itu kerjasama kuat harus dilakukan antar negara bukan hanya oleh Jepang sendiri," tambahnya.

Demikian pula Tokyo Maraton yang biasanya dilakukan bulan Maret, Yamanaka masih kurang yakin Maret mendatang bisa dilaksanakan maraton karena beresiko tingi kumpulan ribuan orang tersbeut.

"Tokyo maraton bisa puluhan ribu yang datang itu beresiko tinggi. Mungkin agak sulit untuk penyelenggaraan Tokyo Maraton Maret mendatang ya," tekannya lagi.

Meskipun demikian Yamanaka yang juga menyukai maraton melihat kemungkinan penyelenggaraan maraton di perfektur lain terutama yang tak ada lagi pasien terinfeksi Corona.

"Saya sendiri menyukai maraton. Untuk sementara mungkin bisa dilakukan maraton di perfektur yang tidak ada pasien Coronanya, namun itu juga harus dengan banyak antisipasi ketat agar tidak malah jadi malah terinfeksi daerah tersebut," tambahnya.

Yamanaka sensei yakin pandemi Corona akan berlangsung satu tahun lebih hingga tahun depan seperti juga yang diungkapkan profesor Amerika.

"Saya dengar seorang profesor di Harvard University juga melihat pandemi ini bahkan bisa mencapai jangka waktu 2 tahun. Kita harus berjuang panjang dan sabar untuk hal ini," lanjutnya lagi.

Yang penting menurutnya, jaga jarak antara sesama dan semua menggunakan masker serta antisipasi lainnya. Sementara dunia medis diyakininya semakin mapan semakin siap menghadapi semakin banyak pasien yang terinfeksi covid-19.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved