Virus Corona

Pertama Kali Sejak 148 Tahun Lalu, Ritual Shinto Jepang Dilakukan untuk Mengusir Wabah Corona

Ritual Shinto untuk mengendalikan wabah telah dilakukan secara nasional sejak era Heian.

Foto NHK
Ritual Shinto Ekijinsai sedang dilakukan Jumat (15/5/2020) di Kuil Isami, Aizumisato-machi Perfektur Fukushima. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ekijinsai, ritual Shinto Jepang untuk pertama kali dilakukan kembali sejak 148 tahun lalu, untuk mengusir virus corona yang meresahkan warga Jepang saat ini.

"Ritual Ekijinsai dilakukan di awal era Meiji. Setelah terputus tak ada lagi, kini diadakan untuk pertama kalinya dalam 148 tahun di Kuil Isami di Aizumisato-machi, Perfektur Fukushima dengan harapan mengakhiri coronavirus baru," ungkap pendeta Shinto Fumihiko Numazawa dari Kuil Isam.

Dikatakan bahwa ritual Shinto untuk mengendalikan wabah telah dilakukan secara nasional sejak era Heian, dan bahwa di Kuil Isami di Kota Aizumisato diadakan setiap tahun hingga tahun 1872 dan tahun ke 5 Meiji.

Baca: Wuhan Lakukan Tes Massal pada 11 Juta Warga, Fokus pada Lansia serta Daerah Padat Penduduk

Sejak saat itulah kesehatan masyarakat meningkat. Namun setelah itu tidak ada lagi.

"Saya berdoa untuk kesehatan orang-orang yang berjuang demi penyembuhan penyakit dan keselamatan staf medis. Saya berharap bahwa kita dapat memiliki dunia yang damai kembali dalam waktu cepat," harap dia.

Menanggapi penyebaran virus corona, di Kuil Isami, kuil Shinto ini untuk sementara dihidupkan kembali untuk pertama kalinya dalam 148 tahun, dan pada tanggal 15 Mei ini, berdasarkan dokumen yang tersisa di kuil, prosedur lama direproduksi dan dilakukan.

Setelah berdoa di kuil utama, orang-orang yang terlibat ritual berpindah ke gerbang utama kuil, dan para imam memberikan kata-kata ucapan selamat untuk membersihkan dewa kematian, seperti dewa tatami, yang menyebabkan wabah dan bencana lainnya.

Di kuil, doa untuk akhir virus corona dibagikan secara gratis juga ke lembaga medis di kota tersbeut.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved