Breaking News:

Virus Corona

UPDATE DUNIA: Sudah Tembus 300 Ribu Orang Meninggal Akibat Virus Corona

Berdasarkan Worldometers, Jumat (15/15/2020) pukul 15.00 WIB, 303.555 orang meninggal akibat virus corona.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas medis berpose usai melayani warga yang melakukan rapid test di Kelurahan Pondok Betung, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (14/5/2020). Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran berupa dana siap pakai untuk insentif bagi tenaga kesehatan sebesar Rp 5,2 triliun dalam rangka penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY - Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di dunia sudah tembus 300 ribu orang hingga Jumat (15/5/2020).

Berdasarkan Worldometers, Jumat (15/15/2020) pukul 15.00 WIB, 303.555 orang meninggal akibat virus corona.

Sementara 4.539.401 orang sudah terinfeksi virus corona di dunia.

Tercatat pula 1.711.250 sudah sembuh dari virus mematikan ini.

Baca: Pasien Positif Covid-19 di RS Pulau Galang Bertambah Satu Orang

Kasus pertama kematian akibat Covid-19 dilaporkan pada 10 Januari di Wuhan, China, pusat munculnya pademi ini, pada akhir tahun lalu, sebelum menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan catatan Reuters, butuh waktu 91 hari, jumlah korban tewas melewati 100.000.

Tapi hanya 16 hari kemudian telah mencapai 200.000, menurut Reuters berdasarkan laporan resmi dari pemerintah.

Butuh waktu 19 hari untuk bisa mencapai 200.000 hingga 300.000 kasus kematian.

Catatan suram 300.000 kasus kematian terjadi di Amerika Serikat, yakni 86.912 orang.

Baca: Bakal Melahirkan di Tengah Pandemi Corona, Mona Ratuliu Ungkap Kondisi Kandungannya

Inggris dan Italia telah melaporkan lebih dari 30.000 orang meninggal di nagara masing-masing.

Perancis dan Spanyol telah melaporkan lebih dari 27.000 orang meninggal di negara masing-masing.

Brasil mencatat korban tewas tertinggi keenam dengan jauh lebih rendah, yakni 13.149 kasus kematian.

Kasus kematian di seluruh Asia dan Timur Tengah telah jauh lebih rendah meskipun banyak negara memilki penduduk yang padat, dan sering lebih rendah standar perawatan kesehatan.(Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved