Virus Corona

Sama Seperti Negara Lain, Kasus Terinfeksi Covid-19 di Jepang Naik Lagi Pasca Relaksasi

Di Tokyo ternyata Kamis kasus terinfeksi corona meningkat lagi 13,1 persen dan Shibuya meningkat sebesar 19,7 persen.

Richard Susilo
Menteri Revitaslisasi Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura (57) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah warga yang terinfeksi virus corona di Jepang diketahui meningkat lagi di beberapa lokasi setelah pemerintah melakukan pelonggaran atau relaksasi status darurat nasional untuk 39 perfektur pada Kamis (14/5/2020) lalu.

"Kami khawatir sekali karena dari data Jumat (15/5/2020) pagi setelah relaksasi dinyatakan untuk 39 perfektur, ternyata di beberapa daerah naik kembali jumlah yang terinfeksi corona," papar Menteri Revitalisasi Ekonomi yang juga bertanggungjawab sebagai menteri pengawasan Covid-19 Jepang, Yasutoshi Nishimura, Sabtu (16/5/2020).

Misalnya Tokyo ternyata Kamis meningkat lagi 13,1 persen dan Shibuya meningkat sebesar 19,7 persen.

Juga di Susukino Hokkaido meningkat 19,7 perse pada pukul 19.00 pada tanggal 14 Mei dan juga meningkat 5,3 persen di Osaka Namba.

"Dengan keadaan ini kami perkirakan jumlah infeksi baru akan meningkat dua minggu kemudian pada akhir Mei nanti," katanya.

Diakuinya bahwa pemahaman alasan untuk pelonggaran itu adalah "Aku bosan menahan diri," tetapi sangatlah berharap masyarakat berhati-hati menjaga diri sampai dengan akhir bulan ini.

Baca: 81 Persen Dokter yang Menangani Pasien Covid-19 di Jepang Tak Mendapatkan Tunjangan Risiko

Adapun 39 prefektur direlaksasi 14 Mei lalu termasuk Perfektur Ehime, di mana infeksi massal kemudian terjadi di rumah sakit, meningkat mendadak 20 orang terinfeksi di wilayah itu.

Pemerintah telah menetapkan standar seperti "jumlah orang yang baru terinfeksi yang dilaporkan per 100.000 orang dalam minggu terakhir diharapkan kurang dari 0,5".

Sekitar 8 prefektur, untuk mempertimbangkan kemungkinan rilis tanggal 21 atau 28 Mei mendatang.

Jumpa pers dengan Perdana Menteri Jepang, Kamis (14/5/2020) malam.
Jumpa pers dengan Perdana Menteri Jepang, Kamis (14/5/2020) malam. (Youtube)

"Tapi kalau keadaan memburuk kembali maka pencabutan deklarasi darurat tidak akan bisa terjadi nantinya," kata dia.

Oleh karena itu Nishimura berulang kali berharap agar masyarakat berhati-hati tentang kegiatan bisnis misalnya di "restoran dengan hiburan, live house, karaoke, gym".

Baca: Mengulik Rahasia Donat Empuk, Pas Banget Dibikin Pas Telur Harganya Lagi Murah

"Kami saat ini sedang mempersiapkan pedoman substansial untuk keempat industri ini. Kami ingin para ahli untuk melihat secara cepat membuat pedoman ini, tetapi kami ingin meminta anda untuk melakukan upaya untuk menghindarinya sambil menjaga berbagai peringatan," ujar dia.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved