Virus Corona

81 Persen Dokter yang Menangani Pasien Covid-19 di Jepang Tak Mendapatkan Tunjangan Risiko

Serikat pekerja menyelidiki lingkungan kerja para dokter yang terlibat dalam pemeriksaan dan perawatan medis dari virus corona.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Rumah sakit besar Jikkei di Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Serikat pekerja dokter nasional Jepang (Union) mengungkapkan bahwa 81 persen dokter yang menangani pasien Covid-19 di Jepang ternyata tidak mendapat tunjangan darurat apabila mereka terinfeksi virus Corona.

"Banyak dokter merespons dengan kecemasan. Negara harus menyediakan peralatan perlindungan infeksi yang memadai dan pada saat yang sama membangun lingkungan di mana dokter dapat bekerja dengan aman," ungkap Union, Minggu (17/5/2020) mengungkapkan hasil surveinya.

Ketika serikat pekerja menyelidiki lingkungan kerja para dokter yang terlibat dalam pemeriksaan dan perawatan medis dari coronavirus baru, ditemukan bahwa 81 persen dari para dokter tidak dibayar tunjangan risiko.

"Juga jelas bahwa banyak dokter khawatir tentang infeksi, dan serikat pekerja sedang mencari perbaikan kesejahteraan untuk itu," ungkapnya.

Union yang dibuat oleh dokter yang bekerja melakukan survei kuesioner via online dari tanggal 24 April hingga tanggal 6 Mei 2020 menargetkan para dokter yang memeriksa dan merawat virus corona, dan sekitar 170 dokter merespons.

Baca: Bocah 10 Tahun Tewas Tergantung di Bima, Dibunuh dengan Sadis hingga Diperkosa

Menurut hasil respon, 24 persen dari dokter mengajukan permohonan sukarela untuk inspeksi dan perawatan medis, dan 76 persen dari mereka adalah instruksi dari atasannya.

Tiga puluh persen dari dokter yang melakukan pemeriksaan dan perawatan berdasarkan instruksi tersebut mengatakan bahwa itu adalah kewajiban.

Mengenai tindakan pencegahan infeksi, 30 persen dari dokter menjawab bahwa mereka menggunakan N95, masker medis yang semula sekali pakai, berulang-ulang, dan beberapa dari mereka menjawab bahwa mereka menggunakannya sampai rusak.

Beberapa orang mengatakan bahwa mereka khawatir tentang infeksi, tetapi 81 persen dari dokter tidak mendapatkan tunjangan risiko darurat tersebut, semacam asuransi kalau terkena (terinfeksi) Corona mendapat keringanan dan gantirugi perawatan khusus serta subsidi khusus.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved