Virus Corona

Aksi Corat-coret Marak di Tengah Status Darurat Covid-19 di Jepang, 'Jangan Bawa Virus ya'

Selain di tempat umum, bahkan barang-barang pribadi milik warga pun tak lepas dari aksi corat coret.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Coretan Jishuku (diam di rumah) pada pelat nomor sepeda motor Kawasaki di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejumlah area publik di Tokyo Jepang kini diwarnai dengan aksi corat-coret yang mengingatkan warga akan bahaya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Selain di tempat umum, bahkan barang-barang pribadi milik warga pun tak lepas dari aksi corat coret.

"Pelat nomor motor saya dicorat coret karena beda dari nomor pelat perfektur lain," ungkap Nakayama, seorang pengendara motor kepada Tribunnews.com, Selasa (19/5/2020).

Pelat nomor motornya dari Saitama sedangkan dia parkir motor di wilayah Tokyo.

Tidak hanya corat coret di pelat nomor kendaraan saja, bertuliskan "jishuku" yang artinya diam di rumah, tetapi di mobil pun ada catatan yang diselipkan di kaca depan sebuah mobil di Tokyo karena juga berpelat nomor dari luar Tokyo.

Tulisan
Tulisan "Jangan datang ke Gunung, di rumah saja beres-beres" pada bangku di pintu masuk ke sebuah gunung di Perfektur Hyogo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Catatan itu juga yang dicetak bertuliskan agar diam di rumah, jangan ke mana-mana.

Bahkan ada yang menuliskan "Jangan bawa virus ya!"

Di Perfektur Hyogo dekat pintu masuk sebuah gunung dan biasanya banyak yang mendaki gunung melewati jalur ini, ada sebuah bangku yang dicorat coret dengan ancaman "Jangan masuki gunung ini, baiknya anda beres-beres saja di rumah."

Baca: KPK Periksa Pimpinan KJPP Terkait Kasus Nurhadi

Bangku tempat istirahat para pengunjung memang sudah tua. Tetapi dengan coretan di kayu bangku tersebut membuat kesal beberapa orang yang sering ke sana.

Namun beberapa orang lain juga mungkin berpikir, kalau pakai kertas pasti dibuang oleh yang tak senang.

Catatan ditempel pada kaca depan mobil yang berpelat nomor bukan dari kota yang bersangkutan
Catatan ditempel pada kaca depan mobil yang berpelat nomor bukan dari kota yang bersangkutan "Jangan bawa virus ya" (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Itulah sebabnya digoreskan pada kayu tulisan tersebut sehingga tak bisa hilang atau dibuang.

Banyak sekali kasus pencoretan di berbagai tempat di Jepang yang meminta semua orang untuk berdiam di rumahnya saja dan beres-beres, jangan jalan-jalan ke luar untuk mengantisipasi pandemi Corona.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved