Virus Corona

696 Pensiunan Perawat di Jepang Diminta Kembali Bekerja Atasi Pandemi Corona

Sekitar 50.000 orang perawat yang telah pensiun dikirimi pensiun ajakan untuk bekerja kembali dan akhirnya 696 orang bekerja kembali.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Arief Junaidi (30) paling kanan, dengan 3 perawat Jepang lain di sebuah rumah sakit di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Asosiasi Perawat Jepang menyerukan pensiunan perawat untuk kembali bekerja. Pada akhir bulan Mei ini, sekitar 700 orang telah kembali bekerja.

Asosiasi Keperawatan Jepang prihatin dengan kekurangan sumber daya manusia seperti perawat karena penyebaran coronavirus baru, sehingga pada tanggal 8 April setelah deklarasi darurat pemerintah, para perawat dari asosiasi perawat dan perawat kesehatan masyarakat yang meninggalkan pekerjaan mereka karena pensiun, akhirnya dikirimi email dipanggil supaya bekerja kembali.

Baca: Kasus Baru di China Tunjukkan Kemungkinan Gejala Virus Corona Bisa Berubah

Sekitar 50.000 orang perawat yang telah pensiun dikirimi pensiun ajakan untuk bekerja kembali dan akhirnya 696 orang bekerja kembali.

Dari tawaran 1.100 lowongan pekerjaan yang diterima di rumah sakit dan fasilitas kesejahteraan sosial, sekitar 696, atau 60 persen telah kembali bekerja sejak 18 Mei lalu.

Mereka yang telah kembali bekerja mulai memeriksa apakah orang yang mengunjungi rumah sakit mengalami demam, dan untuk melakukan tugas-tugas seperti manajemen kesehatan dan pengendalian infeksi di fasilitas akomodasi untuk orang-orang dengan penyakit ringan.

Asosiasi Keperawatan Jepang prihatin bahwa gelombang kedua dan ketiga dari epidemi virus corona mungkin menjadi perhatian.

Baca: Resep Menu Ketupat Mudah dan Sederhana, Cocok jadi Santapan yang Nikmat saat Lebaran

"Kami akan terus mencari dan mencocokkan staf perawat yang mencari pemulihan bekerja kembali dengan tempat kerja yang tepat sehingga mereka yang telah dipulihkan dapat bekerja dengan tenang. Kami ingin meningkatkan pelatihan keperawatan dengan lebih baik," ungkap sumber Tribunnews.com dari asosiasi perawat Jepang.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved