Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Penasihat Barack Obama Tuding Rusia Jadi Dalang Kerusuhan di AS Pasca Kematian George Floyd

Bahkan dalam sebuah pernyataan, Susan Rice menegaskan bukan orang Amerika yang berada di balik unjuk rasa besar-besaran di jalanan AS.

Alyssa Pointer/Atlanta-Journal Constitution - AFP
Para demonstran merusak jendela kaca Kantor Pusat CNN di Atlanta, Georgia, Jumat (29/05/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Mantan Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Susan Rice menuding Rusia bertanggung jawab atas aksi anarkis yang terjadi pasca kematian warga kulit hitam George Floyd.

Bahkan dalam sebuah pernyataan, Susan Rice menegaskan bukan orang Amerika yang berada di balik unjuk rasa besar-besaran di jalanan AS.

Baca: Demonstrasi Kematian George Floyd di AS Merembet ke Eropa

Baca: Rusuh Berlanjut, Donald Trump Dilarikan ke Bunker Bawah Tanah Gedung Putih

Setelah lima malam berturut-turut kerusuhan nasional terjadi di negara itu, perang kata-kata pun pecah terkait siapa yang harus bertanggung jawab atas penjarahan dan kerusakan yang terjadi.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (1/6/2020), aparat kepolisian di Minnesota, yang menjadi lokasi pusat kerusuhan, menyalahkan 'supremasi kulit putih' dan kartel narkoba.

Sementara Presiden AS Donald Trump dan Departemen Kehakiman menyalahkan gerilyawan sayap kiri 'Antifa'.

Trump juga menyalahkan para pengunjuk rasa sebagai perusuh, namun Susan Rice menimpalinya dengan menyebut bahwa pihak yang benar-benar berada di belakang aksi ini adalah Rusia.

Seorang pengunjukrasa memukulkan skateboardnya ke jendela sebuah restoran di pusat kota Los Angeles, Sabtu (30/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. AFP/APU GOMES
Seorang pengunjukrasa memukulkan skateboardnya ke jendela sebuah restoran di pusat kota Los Angeles, Sabtu (30/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. AFP/APU GOMES (AFP/APU GOMES)

"Saya berani bertaruh, ini tepat di luar buku pedoman Rusia," kata Rice kepada pada hari Minggu kemarin.

Klaim Rice itu dianggap masuk akal karena banyak pihak menilai Rusia tengah berusaha 'menghancurkan' AS dari dalam.

"Saya tidak akan terkejut mengetahui bahwa mereka mendanai dengan cara atau bentuk apapun," jelas Rice.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved