Jumat, 29 Agustus 2025

Rusuh di Amerika Serikat

Pengacara George Floyd Sebut Derek Chauvin Lakukan Pembunuhan Berencana karena Saling Kenal

Pengacara George Floyd sebut ex polisi Derek Chauvin niat untuk membunuh si pria kulit hitam. Karena saling kenal dan pembunuhan berlangsung 8 menit.

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Sri Juliati
kstp.com
George Floyd dan polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin. 

"Ini akan menjadi aspek yang menarik dalam kasus dan semoga bisa menaikkan dakwaan menjadi pembunuhan tingkat satu karena kami yakin dia (Chauvin) tahu siapa George Floyd," harap Crump.

Baca: Trump Sebut ANTIFA Teroris dalam Demo Bela George Floyd, Anak Jaksa Agung Minnesota Dukung ANTIFA

Baca: Tak Hanya di AS, Ratusan Demonstran Protes Kematian George Floyd di London dan Berlin

George Floyd dan Derek Chauvin Bekerja Bersama 17 Tahun

George Floyd dan petugas polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin, ternyata pernah bekerja bersama selama 17 tahun.

Keduanya sama-sama pernah menjadi petugas keamanan atau satpam di sebuah klub di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Dikutip Tribunnews.com dari kstp.com, hal ini diungkapkan oleh pemilik klub sekaligus restoran El Nuevo Rodeo, Maya Santamaria.

Santamaria menjadi pemilik bangunan klub itu hampir 20 tahun.

Namun ia menjualnya beberapa bulan lalu.

Santamaria menjelaskan, dulunya, George Floyd dan Derek Chauvin bekerja bersama di waktu yang sama pula.

Yang membedakan hanyalah penempatan kerja mereka di bangunan klub itu.

"Mereka bekerja bersama di waktu yang sama, hanya saja Chauvin berjaga di luar sedangkan satpam lainnya (termasuk George Floyd) bekerja di dalam," ungkap Santamaria.

Baca: Demo Bela George Floyd Ricuh, 50 Agen Rahasia Gedung Putih Terluka, Donald Trump Diamankan di Bunker

Baca: TERBARU Aksi Protes atas Kematian George Floyd Menjalar sampai ke Eropa, London Dibanjiri Demonstran

Meski George Floyd dan Derek Chauvin bekerja bersama selama belasan tahun, Santamaria tak tahu pasti bagaimana hubungan keduanya.

Pasalnya, Santamaria mempekerjakan belasan petugas keamanan di tempat itu.

Awalnya, Santamaria tak percaya ketika temannya memberitahu, George Floyd dalam video detik-detik kematiannya adalah pegawainya dahulu.

"Temanku mengirimkan (video) dan berkata, 'Ini orang yang dulu pernah bekerja untukmu', lalu kubilang 'Ini bukan dia'," ujar Santamaria.

"Lalu ketika aku close up (perbesar video) dan aku berkata 'Oh ya Tuhan, ini benar dia'."

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan