Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan AS Kerahkan 1.600 Tentara Berstatus Siaga Tinggi ke Washington

Pengerahan ribuan tentara itu diambil menyusul gelombang aksi unjuk rasa memprotes kematian warga kulit hitam, George Floyd

AFP/Apu Gomes
Warga berlari dengan membawa barang-barang hasil menjarah di sebuah toko pakaian saat terjadi aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Apu Gomes 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menurunkan 1.600 tentara ke wilayah Washington.

Pengerahan ribuan tentara itu diambil menyusul gelombang aksi unjuk rasa memprotes kematian warga kulit hitam, George Floyd di tangan polisi pada Senin (25/5/2020).

Hal itu disampaikan juru bicara Pentagon Jonathan Rath Hoffman, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Rabu (3/6/2020).

"Elemen-elemen aktif itu bertugas di pangkalan militer di National Capitol region tetapi tidak di Washington, DC," ujar Rath Hoffman dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan, pasukan berada pada "status siaga tinggi," tapi "tidak berpartisipasi dalam memberikan dukungan pertahanan untuk operasi otoritas sipil."

Pejabat senior Kementerian Pertahanan itu mengatakan pada hari Senin, paskan akan dipindah ke wilayah Washington.

"Pasukan ini termasuk polisi militer dan mereka yang memiliki kemampuan teknik, bersama dengan Batalyon Infanteri," kata Hoffman.

Trump Ancam Kerahkan Militer

Presiden Trump mengancam bakal mengerahkan militer, jika pemerintah kota (pemkot) gagal menangani kerusuhan dalam demo memprotes kematian George Floyd.

Sang presiden memberikan pidato ketika polisi menembakkan gas air mata, dalam unjuk rasa yang berlangsung di luar Gedung Putih, Washington.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved