Breaking News:

Beberapa Hal yang Menyebabkan Hubungan AS-China Makin Memanas di Laut China Selatan

Padahal, masalah antara kedua pihak terkait perang dagang, virus corona, serta Hong Kong juga masih jauh dari kata usai.

AFP
Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, China, 30 Juli 2019. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Beberapa waktu terakhir, perang dingin antara Amerika Serikat dengan China di Laut China Selatan semakin memanas.

Padahal, masalah antara kedua pihak terkait perang dagang, virus corona, serta Hong Kong juga masih jauh dari kata usai. 

Lantas, apa yang dipermasalahkan di Laut China Selatan? 

Berikut sejumlah informasi penting terkait hubungan Amerika-China di Laut China Selatan yang berhasil dihimpun KONTAN dari berbagai sumber:

1. Laut China Selatan penting secara geopolitik

Melansir Wikipedia, Laut China Selatan merupakan lautan yang sangat penting secara geopolitik.

Laut ini merupakan jalur air tersibuk kedua di dunia. Menurut tonase kapal kargo tahunan dunia, lebih dari 50% kapal kargo melintasi Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok.

Tak hanya itu, kawasan ini diduga memiliki cadangan minyak bumi sebanyak 1,2 km³ (7,7 miliar barel) dengan perkiraan total 4,5 km³ (28 miliar barel). Sedangkan cadangan gas alamnya diperkirakan sebanyak 7.500 km³ (266 triliun kaki kubik). 

Menurut kajian Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina, badan air ini memiliki sepertiga keragaman hayati laut dunia.

Karena itu, Laut China Selatan merupakan daerah yang sangat penting bagi ekosistem.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved