Breaking News:

Pemimpin Kelompok Warga Jepang yang Diculik Korea Utara Meninggal Dunia

Saya sangat menyesal bahwa Shigeru Yokota, yang telah terlibat dalam kegiatan penyelamatan, meninggal.

NHK
Shigeru Yokota (87) meninggal jam 14:57 waktu Jepang Jumat ini (5/6/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Shigeru Yokota, ayah dari Megumi Yokota, yang diculik oleh Korea Utara ketika dia duduk di kelas satu sekolah menengah pertama, dan yang telah berusaha menarik balik putrinya dari tangan Korea Utara selama lebih dari 40 tahun, sore ini jam 14:57 meninggal dunia dalam usia 87 tahun.

 "Saya sangat menyesal bahwa Shigeru Yokota, yang telah terlibat dalam kegiatan penyelamatan, meninggal. Jumlah keluarga yang menunggu mereka kembali ke Jepang akan berkurang menjadi satu atau dua. Saya ingin pemerintah memikirkan apakah harus dibiarkan apa adanya kasus penculikan ini?" ungkap aeko Taguchi, yang merupakan perwakilan dari asosiasi keluarga korban penculikan Korea Utara.

Selama ini Yokota dianggap sebagai Ketua Asosiasi tersebut.

Merupakan ayah dari Megumi Yokota, yang diculik oleh Korea Utara dalam perjalanan kembali dari sekolah di Kota Niigata ketika dia duduk di kelas satu sekolah menengah pertama pada tahun 1977, dan telah mengajukan permohonan untuk menyelamatkan putrinya selama lebih dari 40 tahun.

Asosiasi keluarga korban penculikan dibentuk pada tahun 1997, sebagai perwakilan dari asosiasi, Yokota berkeliling ke semua prefektur dengan istri nya, Sakie, dan mendaftar untuk kegiatan penyelamatan dan melakukan ceramah di 1400 lokasi di Jepang.

Pada akhir 2005, Yokota menemukan memiliki penyakit trombosit yang tidak dapat disembuhkan, dan karena kelelahan selama bertahun-tahun kegiatan, akhirnya pensiun dari perwakilan asosiasi keluarga 13 tahun yang lalu, tetapi selalu berkata, "Menjaga kepentingan publik dalam masalah penculikan. Kita harus terus menuntut para korban untuk kembali ke negara asal mereka."

Shigeru berada di garis depan kegiatannya sebagai "simbol gerakan penyelamatan korban penculikan" dengan Sakie. Namun, karena terlalu lama untuk menyelesaikan masalah, ia mulai terjebak dalam kecapaian.

"Saya tidak bisa melakukan kegiatan kuliah di berbagai tempat," tekannya saat itu.

Shigeru menghargai sisir yang diberikan padanya oleh putrinya pada hari sebelum penculikan Megumi.

Seiring bertambahnya usia dan solusi untuk masalah ini adalah waktu, ia meminta keputusan Korea Utara dan upaya pemerintah Jepang untuk memulangkan puterinya secepat mungkin.

Shigeru jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit di Kota Kawasaki sejak April hingga kini akhirnya harus kembali ke rumah Tuhan.

Pemerintah Jepang secara resmi mencatat 17 orang Jepang diculik Korea Utara dan 5 orang telah dikembalikan ke Jepang tahun 2002 melalui Jakarta Indonesia khususnya di Grand Hyatt Hotel saat itu.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved